PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Kehadiran Perusahaan Listrik Tenaga Gas (PLTG) yang berasal dari Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), sejauh ini belum bisa memberikan pelayanan yang maksimal terhadap konsumennya. Pasalnya, nyaris setiap hari aliran listrik mengalami mati hingga berkali-kali.
Akibat kondisi ini, perangkat elektronik di rumah warga banyak mengalami kerusakan. Ironisnya, dari berbagai sumber terpercaya, aliran listrik ini hanya mati untuk kawasan Kabupaten Pelalawan saja, seperti Kecamatan Ukui, Pangkalan Kuras, serta Bandar Petalangan. Sementara listrik tetap menyala di kawasan Lirik dan Air Molek, Kabupaten Inhu.
"Beginilah susahnya jika kita terus menumpang api ke PLTG Lirik, Inhu ini. Sesuka hati mereka listrik dimatikan untuk kawasan Pelalawan, sementara di Lirik dan Air Molek, sewaktu listrik di rumah saya mengalami mati dan menelpon seorang teman di Air Molek, teman itu mengatakan kalau listrik ditempatnya tidak pernah mati. Ini kan sudah keterlaluan namanya, padahal kita seluruh konsumen tidak pernah telat dalam membayar tagihan rekening," keluh salah seorang konsumen PLTG yang beralat di Kelurahan Ukui, Sudirman Laham, Minggu (31/3/2013).
Sudirman mengatakan bahwa sampai pada Sabtu malam (30/3), aliran lsitrik mati hingga berkali-kali dalam jangka waktu yang sangat lama. "Tadi malam lebih dari tiga kali listrik mati. Hal itu berimbas rusaknya sejumlah perangkat elektronik di rumah saya. Nah, sejak kehadiran PLTG ini banyak betul mudharat yang ditimbulkannya tenimbang keuntungannya. Selain pelayanan sangat parah, kerugian perangkat elektronik konsumen menjadi rusak terbakar, tidak pernah konsumen meminta ganti ruginya," tandasnya.
Ditambahkannya, selama ini sudah terlalu banyak masyarakat yang notabene sebagai konsumen dirugikan oleh PLTG Lirik. Sejauh ini, konsumen hanya meminta agar pemadaman ini jangan terlalu sering. Jika mengalami mati, konsumen pasti memakluminya. Tapi, jika setiap hari mati hingga belasan kali, itu sudah tidak wajar dan dinilai kurang ajar namanya.
"Apa lagi hanya di kawasan Pelalawan saja yang mengalami mati berkali-kali ini, sementara dipusatnya normal-normal saja," ujar Ketua Karang Taruna Kecamatan Ukui ini kecewa. (ilm)