PEKANBARU - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto menaruh perhatian serius terhadap tata kelola obat-obatan di fasilitas kesehatan. Ia meminta para apoteker dan tenaga farmasi untuk memperketat pengawasan agar tidak ada obat yang kedaluwarsa sebelum sampai ke tangan masyarakat, Kamis (25/6/2026).

Penegasan tersebut disampaikan SF Hariyanto saat membuka rangkaian Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Himpunan Seminat Farmasi Rumah Sakit Indonesia (Hisfarsi) Tahun 2026 di Pekanbaru. Menurutnya, peran farmasi melampaui sekadar penyediaan stok obat.

"Jadi, harapannya apoteker atau tenaga farmasi bukan hanya menyediakan obat-obatan. Namun, juga mengawasi. Jangan sampai, obat itu kadaluwarsa sebelum sampai ke masyarakat," ungkapnya.

SF Hariyanto mengungkapkan, tantangan di lapangan masih cukup besar, terutama terkait risiko kesalahan medikasi yang menjadi salah satu penyebab kejadian tidak diharapkan di rumah sakit. Hal ini menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan setiap tindakan medis serta pemberian obat kepada pasien adalah langkah yang tepat, cepat, dan aman.

"Masyarakat datang kepada kita dengan harapan untuk sembuh. Mereka percaya bahwa setiap tindakan yang diberikan adalah tindakan yang tepat. Mereka percaya bahwa setiap obat yang diterima adalah obat yang benar," jelasnya.

Tingginya Kepercayaan Masyarakat

Tuntutan peningkatan kualitas layanan kesehatan ini selaras dengan tingginya kepercayaan publik di Riau. SF Hariyanto mencontohkan data kunjungan rawat jalan di RSUD Arifin Achmad yang mencapai lebih dari 229 ribu kunjungan dalam setahun. Angka ini mencerminkan rata-rata 700 hingga 800 pasien yang ditangani setiap harinya.

"Angka ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang kita berikan," ujarnya.

Agenda nasional yang mengangkat tema Building a Safer Healthcare System: The Pharmacist’s Role in Digital and Performance Innovation ini berlangsung selama tiga hari, yakni 25 hingga 27 Juni 2026. Ia berharap pertemuan ini menjadi ruang strategis bagi tenaga kesehatan untuk berbagi pengalaman dan memperkuat kompetensi.

"Pertemuan ini dapat menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, memperkuat kompetensi, serta memperluas wawasan dalam menjawab berbagai tantangan pelayanan kesehatan yang terus berkembang," tutur SF Hariyanto.

Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen penuh mendukung peningkatan sistem pelayanan yang tidak hanya berpihak kepada pasien, tetapi juga memberikan perlindungan optimal bagi tenaga kesehatan saat menjalankan tugas pengabdiannya.

"Tujuan kita sama, menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin baik. Masyarakat mendapatkan pelayanan yang cepat, tepat, dan aman, sementara tenaga kesehatan dapat menjalankan tugasnya dengan lebih optimal," pungkasnya. ***