
PEKANBARU – Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membongkar gudang penimbunan rokok ilegal berskala besar di Kota Pekanbaru. Pengungkapan ini dinilainya sebagai langkah penting menjaga marwah daerah sekaligus menyelamatkan pendapatan negara dari kerugian besar.
SF Hariyanto mengaku telah menerima laporan terkait operasi penggerebekan yang dilakukan Selasa (6/1/2026), dengan temuan ratusan juta batang rokok tanpa pita cukai yang siap diedarkan ke berbagai wilayah.
“Saya sudah menerima laporan mengenai hal itu. Nanti akan kita tanyakan dan koordinasikan langsung dengan Kapolda serta pihak Bea Cukai untuk memastikan proses hukum berjalan tegas dan tuntas,” katanya kepada wartawan.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Riau mendukung penuh langkah penegakan hukum terhadap kejahatan ekonomi, khususnya peredaran rokok ilegal yang berdampak langsung terhadap penerimaan negara dan stabilitas ekonomi daerah.
“Kita ingin Riau bersih dari aktivitas ilegal semacam ini. Jangan sampai Riau terus tersorot karena kasus kejahatan dengan nilai yang sangat besar,” tegasnya.
Dalam pengungkapan tersebut, petugas Bea dan Cukai berhasil mengamankan sekitar 160 juta batang rokok ilegal dari berbagai merek. Nilai barang bukti diperkirakan mencapai Rp300 miliar, angka yang mencerminkan potensi kerugian negara dari sektor cukai.
SF Hariyanto menilai kerugian sebesar itu bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga mencederai citra Provinsi Riau di tingkat nasional.
“Kami mendukung penuh penindakan ini agar tidak ada lagi kerugian negara, baik dalam skala kecil maupun besar, yang terjadi di wilayah kita,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama mengungkapkan keberhasilan pengungkapan gudang rokok ilegal tersebut merupakan hasil pengintaian intensif selama hampir empat bulan.
“Ini bukan kerja instan. Tim melakukan pemantauan ketat terhadap pergerakan logistik sebelum akhirnya dilakukan penindakan pada Selasa sekitar pukul 14.00 WIB,” ujarnya saat konferensi pers, Rabu (7/1/2026).
Ia menambahkan, operasi tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas instansi dan menjadi bukti keseriusan negara dalam memberantas peredaran rokok ilegal.
“Di gudang ini kita melihat begitu banyak rokok ilegal. Ini keberhasilan dari proses panjang dan kerja sama semua pihak,” katanya. ***