BANGKINANG, GORIAU.COM - Sejumlah peserta pendidikan dan latihan bidang pertanian dan peternakan di kawasan Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Karya Nyata, Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu menyatakan optimisme Kabupaten Kampar, Riau akan terbebas dari kemiskinan pada akhir 2016.

"Di pelatihan ini kami menjadi mengerti bahwa banyak hal yang bisa dilakukan untuk dapat menghasilkan uang yang cukup dan bahkan lebih," kata Sahlan, peserta pendidikan dan pelatihan P4S Karya Nyata kepada pers di Siak Hulu, Kamis (26/3).

Sahlan mengatakan, pihaknya sangat terbantu dengan program pelatihan yang dijalankan Pemdakab Kampar, hanya saja waktunya yang kurang.

"Kalau bisa tidak hanya 15 hari, bisa sebulan agar ilmu yang didapat benar-benar optimal dan segera bisa kami terapkan. Namun demikian, dengan waktu yang 15 hari pelatihan ini, kami cukup banyak mendapat ilmu untuk kemudian dikembangkan dan kami yakin bisa melakukannya," kata dia.

Karena selama pelatihan, lanjut dia, instruktur hanya memberikan 30 persen untuk teori sedangkan selebihnya atau sekitar 70 persen adalah untuk prakktek langsung di lapangan tepatnya di kawasan Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) terpadu Kubang Jaya.

"Dengan pembagian waktu yang demikian, ilmu yang diberikan dapat dengan abaik terserap. Tinggal kedepan kami berharap mendapatkan pinjaman yang memadai dan cepat cairnnya," kata dia.

Peserta Diklat P4S lainnya, Syahroni, warga Desa Deli Makmur, Kecamatan Kampar Timur, dikesempatan sama mengatakan, pihaknya siap untuk menjaminkan lahan untuk nantinya bisa mendirikan Program Desa serta Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi.

"Saya yakin setelah keluar dari sini, saya akan menjadi orang yang berhasil seperti apa yang diinginkan Pak Bupati Kampar," katanya.

Bupati Kampar Jefry Noer mengatakan, para peserta pelatihan di P4S kedepan harus bisa menjadi orang yang sukses, tidak hanya untuk diri sendiri namun juga orang lain yang berada di sekitar tempat tinggal.

"Jangan khawatir mengenai pinjaman untuk menjalankan program tersebut. Sepulang dari ini, silahkan datangi dinas terkait dan temui tim verifikasi, nanti akan langsung dicairkan di BPR Sarimadu. Kemudian juga ada dana dari perusahaan perbankan lainnya melalui dana Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) yang memang telah disiapkan," katanya.

Kampar menurut dia harus menunjukkan kesaktiannya menggembleng orang-orang tak mampu menjadi berjaya dalam segala bidang. Sehingga kedepannya, Kampar akan mampu menjadi daerah paling potensial baik di Provinsi Riau dan Sumatera, bahkan menjadi yang terbaik nasional.

Seperti diketahui, demikian Jefry, bahwa di Kawah Candradimuka tidak hanya Gatotkaca yang diciptakan menjadi ksatria perkasa. Namun juga ada dua ksatria lainnya yakni Boma Narakasura dan Satija.

Tiga kstaria itu sama pernah terjerumus dalam kawah yang penuh dengan lava endut blegedaba yang panasnya setara dengan tujuh kali panas api. Begitu juga Kampar, kini melahirkan program untuk mewujudkan 3 Zero, bebas kemiskinan, pengangguran dan rumah kumuh.

Bupati Jefry Noer berharap melalui program sakti tersebut, masyarakat dapat terbebaskan dari kamiskinan yang selama ini membelenggu, menjadi masalah terdepan sekaligus penghambat pembangunan.

Program sakti itu disalurkan setiap bulannya melalui pelatihan untuk warga di tiga sektor potensial seperti pertanian, perikanan dan peternakan.

Jefry mengatakan, dalam sebulan itu ada 240 warga yang dilatih keterampilan di Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) terpadu Kubang Jaya. Merekalah calon-calon Gatotkaca yang akan mampu mengalahkan ketatnya persiangan. Wisanggeni yang selamat dari ancaman kematian, serta Sitija yang sakti.

"Dengan harapan, kesaktian per orang nantinya dapat melakukan pembinaan dan memberikan ilmu mereka terhadap seratus orang lainnya. Dengan demikian, maka akan ada 2.400 orang yang terserap dalam kesuksesan pelatihan itu. Per kelompok akan diberikan senjata sakti berupa pinjaman dana secara bergulir, dimana untuk pertanian itu Rp30 juta, perikanan Rp60 juta, dan peternakan sebesar Rp100 juta," katanya.

Jika setiap orang mampu mengembangkan usaha sesuai dengan bidang pembinaannya masing-masing, lanjut Jefry, maka per orang akan membutuhkan tenaga tambahan paling sedikit tiga orang sebagai pekerja.

"Kalau dikalikan, berarti 3 kali 2.400 ada sebanyak 7.200 orang kepala keluarga yang akan terselamatkan dari kemiskinan. Program ini ditarget sebulan telah berjalan dan sukses," katanya lagi.

Dan jika dikalikan lagi, kata Jefry, selama satu tahun berarti akan ada 86.400 keluarga miskin yang dapat meningkatkan perekonomian mereka, dan bukan tidak mungkin mereka akan menjadi pengusaha pertanian, perikanan dan peternakan yang sukses dengan omset yang besar, berlimpah.

Jefry mengatakan lagi, bahwa seluruh program di "Kawah Candradimuka" Kampar akan dijalankan hingga akhir kepemimpinannya, dengan target maksimal akan ada 259.200 keluarga dapat terbebas dari "musuh" kemiskinan.

"Anggap saja program ini hanya berhasil 50 persen, itu artinya 129.600 keluarga telah terselamatkan. Mereka bisa terbebas dari kemiskinan," katanya.

Jefry Noer mengatakan, pihaknya sangat serius untuk memberantas kemiskinan di dearah itu dengan penerapan berbagai program kesejahteraan rakyat. Karena kemiskinan, adalah musuh utama dari pembangunan.

"Bagaimana daerah itu bisa maju jika masyarakatnya tidak memiliki keahlian, keterampilan bertarung seperti para ksatria perwayangan. Jika Gatotkaca saja mampu mengalahkan musuh para dewa, Wisanggeni sanggup besar di kawah superpanas, dan Satija yang penuh kesaktian, maka artinya tidak ada yang tak mungkin," kata dia.

Menurut dia, masalah kemiskinan adalah masalah utama yang harus diselesaikan, setidaknya dapat diminimalisasi sehingga pembangunan, perekonomian dan sektor-sektor lainnya termasuk pendidikan dan kesehatan turut terdongkrak.

Jika masyarakat sudah sejahtera, lanjut Jefry, maka taraf kehidupan mereka juga akan berubah. Memakan makanan bergizi sehingga sehat dan dapat menyekolahkan anak-anak mereka ke jenjang pendidikan formal yang tinggi hingga kuliah dan menjadi sarjana, sampai akhirnya menjadi ksatria yang akan membangun kawah-kawah pencetak para calon ksatria lainnya. (rls)