PEKANBARU, GORIAU.COM - Keberanian Aiptu Maryono menghadang upaya perampokan oleh oknum anggota polisi Briptu S patut mendapat apresiasi. Pasalnya, 'pertempuran' itu nyaris membuat nyawa Maryono melayang.

Perkelahian sengit antara Briptu S, pelaku perampokan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Pantai Cermin, Kabupaten Kampar, Riau, dan Aiptu Maryono anggota polres setempat terekam kamera pemantau (cctv).

Kamera cctv tersebut terpasang di beberapa titik di Kantor BRI Pantai Cermin dan telah menjadi alat bukti yang telah disita pihak kepolisian.

Kepala Polresta Kampar, AKBP Auliansyah Lubis, Sabtu (27/4/2013) mengatakan, dalam visualisasi yang terekam kamera pemantau tersebut, terlihat perkelahian keduanya berlangsung sekitar 15 menit, antara Aiptu Maryono dan Briptu S terlibat saling pukul.

"Aiptu Maryono usianya memang tidak muda lagi, sekitar 50 tahun. Namun keberaniannya sangat jelas terlihat di rekaman cctv," paparnya.

Dalam rekaman tersebut, Aiptu Maryono sempat beberapa kali memukul wajah pelaku hingga terjatuh. Namun pelaku membalas dengan memukul Maryono dengan gagang senjata api hingga membuat tempurung tengkoraknya pecah.

Gambar rekaman kamera pemantau itu juga melihatkan pelaku sempat melepaskan tembakan satu kali ke arah wajah Aiptu Maryono, namun tidak berhasil mengenai fisik anggota polisi tersebut.

"Dalam rekaman cctv tersebut memang tidak tampak ada pelaku lainnya. Briptu S menjalankan aksinya hanya sendiri tanpa rekanan," katanya.

Namun demikian, kata dia, penyelidikan akan terus dilakukan untuk pengembangan kasus.

"Sementara pelaku yang telah berhasil diamankan, saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau di Pekanbaru karena mengalami luka tembah di dua kakinya," kata dia.

Upaya perampokan yang dilakukan Briptu S menurut Kepala Bidang Humas Polda Riau, AKBP Hermansyah, terjadi pada Jumat (26/4) sekitar pukul 11.45 WIB.

Pelaku mendatangi Kantor BRI Cabang Pantai Cermin Kabupaten Kampar dan menodongkan senjata api kepada Briptu Dedi yang bertugas menjaga keamanan perbankan itu.

Namun rencana perampokan itu gagal setelah Aiptu Maryono nekat menghadang Briptu S dengan penyamaran sebagai nasabah. Antara pelaku dengan aparay sempat terjadi baku tembak.

Briptu S akhirnya berhasil diamankan setelah dua peluru polisi menembus kedua kakinya.(fzr)