DUMAI, GORIAU.COM - PT Pertamina Refinery Unit II Kota Dumai mengklaim tuduhan atas pengrusakan likungan yang seolah-olah terjadi akibat limbah PT Pertamina secara tegas dibantah oleh pihak menagemen perusahaan plat merah tersebut. Menurut mereka peristiwa yang selama ini terjadi merupakan rekayasa yang dilakukan sejumlah oknum tertentu.

Humas Pertamina RU II Dumai, Nefrizon saat dikonfirmasi Goriau.com Selasa (10/9/13) mengakui bahwa temuan ratusan ikan mati mendadak diparit jalan Kesuma Kelurahan jaya Mukti pada 14 Agustus lalu merupakan rekayasa yang sengaja dilakukan oleh oknum tertentu untuk memperburuk reputasi dan nama baik Pertamina.“Kami tau semua itu perbuatan yang direkayasa, dan kami siap untuk membeberkan bukti jika perlu,” ujar Nefrizon.Disinggung siapa dalang dari semua peristiwa yang dimaksud, Nefrizon terang-terangan mengatakan bahwa dirinya tidak ingin membeberkan jika tidak dibutuhkan dalam persidangan.”Jika ada yang dibutuhkan dalam persidangan dan kasus Pertamina sudah melalui ranah hukum maka kami akan siapkan semua bukti dimana semua kejadian yang sudah berlaku dimana Pertamina disebut-sebut buang limbah hanya rekayasa sejumlah oknum,” ungkapnya.Dibeberkan Nefrizon, Pertamina sudah mengambil sample saat temuan ratusan ikan mati di parit beberapa waktu lalu, dari hasil lab Pertamina tidak terkandung zat yang mengarah kepada pencemaran yang dilakukan pertamina.Namun belum keluarnya hasil sempel dari Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Dumai sejak 14 Agustus lalu, KLH dinilai lamban dalam menangani dan menindak perusahaan yang ‘membandel’.(egy)