
PEKANBARU, GORIAU.COM - Perkumpulan Telapak Badan Teritori Riau menaja Diskusi Strategi dan Rencana Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kampar secara Terpadu di Kantor Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Indragiri-Rokan, Jalan Bakti, Pekanbaru, Riau, Selasa (24/6/2014).
Anggota Telapak, Zainurin Hisam secara resmi membuka diskusi yang dihadiri dari berbagai unsur, seperti Pemerintah, Perusahaan, Akdemisi, Kelompok Sosial Masyarakat, Masyarakat sekitar DAS Kampar dan Organisasi atau Lembaga lainnya yang terkait.
Sebagaimana diketahui, Provinsi Riau memilki 4 sungai besar yang termasuk dalam (DAS) diantaranya adalah DAS Siak, Kampar, Rokan dan Indragiri. Hampir semua DAS di Riau saat ini kondisinya kritis dan memilki permasalahan yang hampir sama.
Masalah penurunan kualitas air di 4 sungai besar ini ditandai juga dengan kondisi lingkungan yang makin tidak kondusif sehingga makin mempercepat kelangkaan atas sumber air bersih. Dimana untuk pasokan sumber air beberapa kawasan di Riau masih bergantung terhadap beberapa DAS ini.
Salah satunya adalah DAS Kampar yang menjadi penopang sumber air untuk beberapa daerah di Provinsi Riau. DAS Kampar dengan luas lebih kurang 2.500.996 ha, berhulu di Sumatera Barat dan hilirnya di Riau, Â 251.705 Â ha (10,06 persen) berada di Wilayah Sumatera Barat, dan 2.249.291 ha (89,94 persen) berada di wilayah Riau.
Disamping itu, DAS Kampar juga sebenarnya memilki potensi yang sangat besar mulai dari hulu sampai dengan hilir baik dalam bentuk potensi keanekaragaman hayati, budaya, sosial dan ekonomi masyarakat sepanjang DAS Kampar, sumber energi, pertanian dan perikanan, aspek pariwisata dan masih banyak lagi.
Namun dengan tidak adanya pengelolaan yang dilakukan secara terpadu oleh para pihak, semua potensi yang ada tidak begitu maksimal dalam pemanfaatan yang dilakukan. Ditambah dengan potensi yang ada ini semakin tergerus dengan segala macam permasalahan yang membebani DAS Kampar mulai dari hulu sampai hilir.
Melihat kondisi yang ada saat ini, Perkumpulan Telapak Badan Teritori Riau berinisiatif untuk melakukan upaya merumuskan dan mengembangkan sebuah konsep penanganan DAS Kampar secara terpadu dengan menggunakan prinsip, One River, One Plan and One Integrated Management.
Mengingat keberadaan sebuah DAS seringkali melintas antar kabupaten dan bahkan provinsi, maka menjadi keharusan untuk memiliki sebuah perencanaan terpadu dan diikat oleh dasar hukum/aturanâ€aturan yang jelas dan tertuang di dalam bentuk peraturan pemerintah.
Disamping itu, partispasi dan keterlibatan para pemangku kepentingan menjadi salah satu faktor penting di dalam proses penyusunan konsep tersebut. Pentingnya untuk melihat kembali potensi dan menemukan permasalahan yang ada di DAS Kampar oleh para pihak menjadi modal yang kuat dalam upaya merumuskan bersama rencana dan strategi pengelolaan DAS Kampar secara bersama-Âsama dan melibatkan para pihak.
"Untuk itu perlu diskusi yang tajam dan mengarah sebagai kepedulian kita atas semakin rusaknya kondisi DAS Kampar. Kita mengajak semua pemangku kepentingan untuk mari bersama-sama melakukan upaya perbaikan dan penjagaan terhadap DAS itu sendiri," kata Zainurin Hasim, Anggota Perkumpulan Telapak Wilayah Riau.
Dijelaskannya, dalam mengembangkan sebuah konsep pengelolaan DAS Kampar secara terpadu di Provinsi Riau dalam upaya perbaikan DAS Kampar. "Atas dasar  itu, diskusi terarah ini bisa bersama-Âsama melakukan analisis terhadap permasalahan dan potensi yang ada di DAS Kampar," ujarnya.***