
PANGKALANKERINCI, GORIAU.COM - Sepekan saja hujan tak turun, Kelurahan Pangkalan Lesung, Kecamatan Pangkalan Lesung langsung dilanda kekeringan, akibatnya warga sulit mendapat air bersih. Kondisi ini dikeluhkan oleh warga setempat.
"Seminggu saja tak turun hujan, sumur-sumur warga disini langsung mengering," ungkap Leo, salah seorang warga setempat, Minggu (9/11/2014).
Dikatakan Leo, kalau sudah begitu biasanya warga akan mengandalkan air galon yang dibeli dari pedagang. Menurut Leo, warga membeli air bersih dari tempat lain senilai Rp 60 ribu untuk 1.000 liternya.
"Kondisi ini jelas menyulitkan warga, Untuk itu kami mengharapakan perusahaan sawit yang ada di daerah ini bersedia mendistribusikan air bersih kepada warga," ujarnya.
Terpisah, Ketua Komisi I DPRD Pelalawan, Habibi Hapri mengatakan, keringnya sumur warga di beberapa daerah di Kecamatan Pangkalan Lesung disebabkan oleh adanya perkebunan kelapa sawit milik PT Musim Mas.
Pasalnya, pohon kelapa sawit yang berakar serabut itu, berdasarkan penelitian ilmiah, setidaknya setiap batangnya sanggup menyerap air sebanyak 15 liter setiap harinya.
"Setelah kita melakukan penelitian, penyebabnya cepat hilangnya air didaerah itu akibat dampak dari perkebunan kelapa sawit," katanya.
Habibi menegaskan, PT Musim Mas mesti harus bertanggung jawab dengan kondisi ini. Tentunya perusahaan harus memberikan bantuan air bersih kepada warga yang dilanda kesulitan air bersih.
"Karena ini dampak dari perkebunan kelapa sawit itu, yang menyebabkan sumur warga mengering," tandasnya.(***)