DUMAI - Dari Pelabuhan Pelindo I Cabang Dumai, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar melepas ekspor komoditi pertanian Riau sebanyak 369,49 ribu ton atau senilai Rp2,4 triliun, Jumat (31/12/2021). Atas pencapaian ini, Riau berhasil menduduki peringkat kedua nasional setelah Jawa Timur dalam Gebyar Ekspor Tutup Tahun 2021 tersebut.

"Saat ini Riau telah menjadi salah satu penyumbang ekspor Indonesia. Angkanya pun tidak sedikit. Berada di peringkat kedua dengan nilai Rp2,4 triliun rupiah, di bawah Jawa Timur peringkat pertama Rp2,7 triliun rupiah,” kaya Syamsuar.

Ia menjelaskan pada kegiatan ini, ekspor komoditi pertanian dari Riau senilai Rp39 triliun. Sementara, pada tahun 2020 lalu, senilai Rp33 triliun atau mengalami kenaikan 16,5 persen.

Karena itu, ia mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat petani di Riau dan semua pihak yang berperan dalam terwujudnya nilai ekspor yang tinggi itu.

“Terima kasih kepada masyarakat petani khususnya dan para pengusaha eksportir, Forkopimda terkait serta semua pihak yang membantu terwujudnya ekspor kali ini," kata Gubri.

Sementara, Plh Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Pekanbaru, Apap Syarifuddin, mengatakan, bahwa capaian ini akan meningkat lagi di tahun depan.

"Hal itu karena adanya program-program yang digesa dan didukung oleh Bapak Gubernur Syamsuar," ucap Apap Syarifuddin.

Selain itu, imbuh Apap, pada saat ini Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Pekanbaru yang mengurus wilayah Riau menyumbang 2,4 triliun rupiah dari 14,4 triliun rupiah secara nasional.

"Melihat itu, terjadi peningkatan sebesar 16,5 persen dari tahun sebelumnya. Persentase peningkatan ini pun lebih tinggi dari nasional yang hanya sebesar 12 persen," ungkapnya.

Kementerian Pertanian menutup tahun 2021 dengan menggelar Gebyar Ekspor Pertanian dari 34 provinsi yang volumenya mencapai 1,3 juta ton, senilai Rp14,4 triliun ke 124 negara.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) menegaskan sektor pertanian dalam 2 tahun terakhir ini yakni masa pandemi COVID-19 menjadi penyangga utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia melanjutkan, berdasarkan data BPS, hanya PDB di sektor pertanian yang pertumbuhanya tumbuh positif pada triwulan II 2020 yakni 16,4 persen, sementara sektor lainnya mengalami kontraksi. Kemudian, nilai ekspor pertanian Januari - Desember 2021 sebesar Rp451,77 triliun naik 15,79 persen dibanding 2019 yang hanya Rp390,19 triliun.

"Kinerja sektor pertanian pun ditunjukan tidak ada impor beras dalam 2 tahun terakhir ini. Dan kita tahun ini punya surplus beras 9 juta ton. Oleh karena itu, untuk memperkuat sektor pertanian ke depannya kami butuh pengawalan dari kepolisian," lanjutnya.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan apresiasi atas capaian prestasi Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah kepemimpinan Mentan SYL yang mampu menjadi sektor pertanian sebagai penyelamat pertumbuhan ekonomi nasional di masa sulit yakni pandemi COVID-19 hingga saat ini.

Terbukti, hari ini menutup tahun 2021 dapat melakukan gebyar ekspor dengan nilai ekspor Rp14,4 triliun sehingga ini menjadi kinerja yang benar-benar terlihat dan tidak mudah untuk diwujudkan kalau tidak dengan kerja keras.

"Namun, Kementerian Pertanian justru melakukan memberikan pertumbuhan yang luar biasa dibuktikan dengan surplus nilai ekspornya," ujarnya. ***