SUNGAI GUNTUNG, GORIAU.COM - Ribuan masyarakat Indragiri Hilir bagian utara Minggu (7/6/2015) malam hingga dinihari tadi berkumpul di Sungai Guntung. Kegiatan tersebut dalam rangka pengukuhan Badan Pekerja Pemekaran Indragiri Utara. Masyarakat berharap wacana tersebut segera terwujud.

"Indragiri utara bukan milik perorangan, bukan milik kelompok, tapi adalah milik semua masyarakat Inhil Utara." Kata H Ruslan selaku panitia pelantikan Badan Pekerja Pemekaran Indragiri Utara membakar semangat di hadapan seribuan warga yang hadir di lapangan Pemuda Kecamatan Kateman.

Menurut H Ruslan, masyarakat Inhil Utara yang terdiri dari lima kecamatan yakni, kecamatan Kateman, Mandah, Pelangiran, Pulau Burung dan Teluk Belengkong sudah 11 tahun merindukan terwujudnya daerah otonom baru, Inhil Utara.

Selama ini, dengan rentang kendali yang jauh dari Tembilahan banyak kendala yang dihadapi masyarakat Inhil Utara. Misalnya jika ada warga yang sakit, terkadang sampai meregang nyawa di perjalanan sebelum sampai rumah sakit yang ada di Tembilahan.

"Masyarakat siap dengan sukarela berkorban dan berjuang bersama dengan para pejuang di DPR RI untuk menggesa Indragiri Utara menjadi kabupaten," tambahnya.

Kesungguhan masyarakat Indragiri Utara untuk memekarkan diri ditunjukkan dengan kehadiran banyak tokoh penting di Lapangan Pemuda Sungai Guntung malam itu. Mereka adalah, mantan Bupati Inhil dua periode Dr Indra M Adnan, Wakil Ketua Komisi 2 DPR RI yang juga asal Inhil, Ir HM Lukman Edy MSi, Ketua Fraksi PKB DPRD Riau, Abdul Wahid, Ketua DPRD Inhil Dani M Nursalam beserta anggota DPRD Inhil, Camat Kateman, Muspika Kecamatan Kateman, kepala desa dan anggota Badan Pekerja asal lima kecamatan se Inhil Utara serta pelajar dan pemuda.

Dr H Indra M Adnan SH MH dalam sambutannya mengingatkan bahwa soliditas warga di lima kecamatan se Inhil Utara sangat penting untuk mewujudkan Indragiri Utara. "Kami tidak ingin ada suara-suara sumbang di tengah masyarakat Inhil Utara. Harus satu kata, satu semangat untuk mendor terwujudnya Indragiri Utara demi kesejahteraan masyarakatnya," tegas Indra M Adnan.

Sementara itu, Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam secara tegas mengatakan, pemekaran Inhil adalah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Dengan anggaran APBD Inhil yang hanya Rp2,2 triliun menurutnya sangat tidak cukup untuk membangun Inhil yang terdiri dari 20 kecamatan dan kondisi geografis yang sulit karena terdiri dari pulau dan parit-parit.

"Sejak 2008 DPRD Inhil sudah mengeluarkan Surat Keputusan nomor 23 tentang persetujuan pembentukan Indragiri Utara dan karenanya DPRD Inhil mengapresiasi upaya semua pihak baik para pejuang dan masyarakat untuk mendorong terbentuknya Kabupaten Indragiri Utara," tegas Dani yang juga Ketua PKB Inhil itu.

Ketua Fraksi PKB DPRD Riau, Abdul Wahid menyatakan Indragiri Utara sudah selayaknya menjadi daerah pemekaran baru. Selain karena kondisi masyarakat yang jauh tertinggal juga karena rentang kendali dengan kabupaten induk yang sangat jauh.

"Pemekaran ini adalah kebutuhan, tidak akan bisa maju dan sejahtera masyarakat jika Inhil ini tidak kita mekarkan. Kuncinya adalah kekompakan dari semua elemen masyarakat, ibaratnya berat sama dipikul, ringan sama dijinjing," ucap Wahid.

Wakil Ketua Komisi 2 DPR RI, Ir HM Lukman Edy memaparkan, pembahasan soal pemekaran di DPR RI akan dimulai minggu ini, dilanjutkan dengan peninjauan ke beberapa provinsi yang akan ada pemekaran. Setelah itu, Komisi 2 dan Kemendagri akan menyepakati grand skenario pemekaran secara nasional.

"Saya tentu akan berupaya Indragiri Utara ini masuk kedalam desain besar pemekaran yang akan disepakati bersama dengan Menteri Dalam Negeri itu," kata Lukman Edy seraya menambahkan, sesuai kesepakatan awal, tahun 2015 ini akan ada 25 daerah otonom baru se Indonesia.

Lukman Edy mengatakan, Indragiri Utara memiliki modal yang kuat untuk dimekarkan sebab pemerintah saat ini memperioritaskan pemekaran di daerah perbatasan.

"Saya melihat sudah sangat layak Indragiri Utara ini dimekarkan, dan kita semua berdoa dan berjuang semoga tahun 2015 ini hal itu bisa kita wujudkan," pungkasnya.(rul)