TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Warga Desa Pungkat, Kecamatan Gaung, Indragiri Hilir (Inhil) menyayangkan sikap anggota Brimob dan Polisi Resort (Polres) Inhil yang menyita seluruh peralatan yang biasa digunakan warga bertani sehari-hari, seperti parang, kapak, gergaji, bambu runcing hingga tombak.

Padahal warga mengakui selama anggota brimob melakukan penyisiran para tersangka atau otak dari pembakar 9 alat berat milik PT SAL, warga tidak pernah melakukan perlawanan.

''Mereka itu (anggota) bukan lawan kita, mana berani kita lawan. Jadi kenapa peralatan kami juga diambil, gimana kami mau meneruskan hidup jika tidak bertani, mana suami-suami kami juga sudah dibawa ke Tembilahan karena katanya ikut terlibat,'' ungkap Ipah salah seorang istri dari warga yang diamankan di Mapolres Inhil.

Ipah mengatakan wajar jika mereka memiliki tombak dan lain-lainnya, karena mata pencaharian mereka adalah bertani. ''Jika mereka jumpa alat-alat canggih tentu aneh, tombak itu kita gunakan untuk ambil kelapa di pohon,'' kata Ipah lagi.

Selain peralatan mereka yang diamankan pihak petugas, istri-istri dari terduga ikut terlibat ini mengungkapkan kekesalan mereka dengan sikap para petugas yang memasuki rumah mereka dimalam hari dengan cara menggedor-gedor pintu rumah.

''Sampai hati lah, jika mereka naik pakai permisi masih mendingan. Ini tidak tau ada orang sakit, diseretnya sampai keluar. Padahal kita tengah tidur, anak juga lagi tidur. Padahal adik dan abang saya, yaitu Jurmali dan Hamdani sudah ditangkap, apalagi yang dicari,'' ungkap salah seorang wanita paruh baya sambil menangis.

Selain itu seorang Ibu muda dengan memimpin anaknya yang masih Balita mengungkapkan bahwa beberapa hari terakhir ini tidak bisa makan karena terus memikirkan keadaan suaminya yang entah berada dimana. '' Suami saya tak tau saya dia dimana, ketika banyak anggota dia lari entah kemana. Ntah makan apa tidak dia, kepikiran saya. Anak saya masih kecil mana saya lagi hamil,'' kata dia sambil memegang erat tangan anaknya yang tengah menangis.

Mereka (Ibu-ibu) meminta permasalahan ini cepat diselesaikan, dan dicari akar permasalahnya. Mereka tidak ingin hanya yang ikut melakukan pembakaran saja yang diusut secara tuntas, tapi juga kesalahan PT SAL yang menyerobot lahan mereka, sehingga memicu kemarah mereka sampai melakukan pembakaran alat berat milik anak dari PT Surya Dumai itu.(ayu)