PEKANBARU, GORIAU.COM - Pagelaran Wayang yang diselenggarakan oleh Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Provinsi Riau di Gedung Badminton, Jl Melati Indah, Pekanbaru, Sabtu (7/12) malam berlangsung sukses.

Ratusan warga tumpah ruang menyaksikan penampilan Dalang Bocah Aditia Saputra (10) yang sengaja didatangkan oleh panitia dari Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Makin larut penonton makin ramai.

Sebelum acara perwangan dimulai, diawali dengan serasehan budaya yang dibimbing Ketua Panitia Bagus Santoso, yang juga anggota DPRD Provinsi Riau. Hadir sebagai pembicara Ketua Pepadi Pusat, Eko Cipto, Pimpinan Redaksi Tribun Pekanbaru, RHR Dodi Sarjana dan Yoserizal Zein dari Dinas Pariwisata Provinsdi Riau.

Ketua Pepadi Provinsi Riau, H Suradi Paijan dalam kesemptan itu juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang sudah menyelenggarakan acara, terutama kepada panitia yang langsung dipimpin Bagus Santoso yang juga menjabat Wakil Ketua Pepadi Provinsi Riau.

Suradi berharap kesenian perwangan bisa terus berkembang dengan baik di Riau. Bahkan kepengurusan Pepadi akan dibentuk sampai tingkat kabupaten dan kota se Riau. Sebab sejauh ini baru terbentuk kepengurusan tingkat Provinsi Riau.

''Setelah mendapat arahan dari Ketua Pepadi Pusat tadi, secepatnya akan kita bentuk kepengurusan sampai ditingkat kabupaten kota. Sehingga kesenian perwangan ini bisa semakin berkembang dengan baik di Riau,'' ujar Suradi.

Suradi juga akan melakukan berbagai terobosan agar kesenian wayang bisa ikut dinikmati dengan baik oleh masyarakat tempatan. "Misalnya kalau kita berada di Riau, kita akan sisipkan beberapa dialog berbahasa Melayu, atau bahasa tempatan lainnya," ujar Suradi.

Sementara Ketua Panitia Bagus Santoso, mengaku puas dengan pageralan tersebut. Sebab mendapat respon positif masyarakat. Terbukti ramainya penonton yang berdatangan. ''Kedepan akan kita agendakan agar bisa berlangsung berkesinambungan,'' ujar Bagus.

Bagus juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak sehingga acara bisa berlangsung sukses. "Semoga kedepan bisa lebih sukses lagi acaranya dan kesenian perwayangan ini bisa benar-benar diterima semua kalangan masyarakat di Riau," harap Bagus.

Di tempat yang sama, Ketua Pepadi Pusat, Eko Cipto, mengatakan mayang memang tidak harus berbahasa Jawa. Sebab bisa menggunakan bahasa nusantara lainnya, seperti bahasa minang, melayu atau bahasa lainnya.

''Wayang berbahasa Minang sudah ada dan sudah dimainkan. Kedepan kita harapkan muncul wayang berbahasa Melayu yang bisa menjadi ciri khas perwayangan di Riau,'' ujar Eko.

Eko juga memberi apresiasi dengan acara yang mengambil tema ''Dalang Ngumandang Aruming Budaya'' tersebut, karena menghadirkan Dalang Bocah. Itu artinya ada generasi dalang yang harus mendapat dukungan.

''Di luar negeri pewangan ini juga berkembang dengan baik. Di dalam negeri juga harus kita dorong terus. Sebab peminatnya makin berkurang. Untuk itu perlu dukungan semua pihak agar tetap bisa dilestarikan di tengah masyarakat,'' ujar Eko. (rls)