PEKANBARU - Kepala Kanwil Kemenkumham Riau, Ferdinand Siagian, Selasa (5/4/2016) siang mengatakan, dari 14 Rutan dan Lapas yang ada di Riau, semuanya dalam status over kapasitas. Tak tanggung-tanggung, kelebihan warga binaan itu sudah menembus angka 200 persen lebih.

"Kalau ditotal semuanya, hanya bisa menampung 3.101 tahanan, sementara saat ini kondisinya sudah 8.937 orang penghuni, artinya ada kelebihan 5 ribu orang. Ini sudah. Di atas 200 persen," sebut Ferdinand di depan Dirjen Imigrasi RI, Irjen Purn Ronny Franky Sompie.

Ini diperburuk dengan kurangnya petugas Lapas dan Rutan. Imbasnya, ribuan warga binaan ini tidak terkontrol dengan maksimal, sehingga tak jarang ada saja narkoba yang masuk atau indikasi Napi yang mengotaki peredaran narkoba di luar.

"Tetap kita upayakan mencegah masuknya narkoba. Koordinasi kita tingkatkan bersama kepolisian dan BNN Riau. Sekarang ini bisa lihat, kasihan warga binaan ini, satu sel harus desak-desakan bahkan kita tambah papan supaya bisa nampung lebih banyak," beber dia.

Untuk itu ia berharap ada perhatian khusus dari pemerintah guna memecah masalah tersebut. "Karena itu termasuk sumber masalahnya (over kapasitas, red). Mau cari angin saja susah di dalam karena penuh. Apalagi untuk mengawasi sekian ribu orang dengan petugas yang sangat sedikit," pungkasnya.

Menanggapi ini, Irjen Purn Ronny F Sompie mengatakan bahwa saat ini sedang dibahas tentang penambahan petugas Lapas dan Rutan diseluruh Indonesia. "Ada rencana untuk menambah petugas lagi, sekitar 17 ribu orang. Jadi nanti dapat mencegah adanya kemungkinan termasuk peredaran narkoba," ujar dia.

Menurut dia, Provinsi Riau adalah daerah yang sangat empuk jadi jalur peredaran narkoba sekaligus penjualannya. Barang terlarang ini masuk dari segala penjuru, mulai darat, perairan hingga udara. "Saya akan bahas ini dengan Kepala BNN Riau dan Polda. Bagaimana memaksimalkan pengawasan," singkat Sompie. ***