
PEKANBARU - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Riau kini dihadapkan pada pekerjaan rumah yang semakin kompleks usai kepengurusan masa khidmat 2025–2030 resmi dikukuhkan. Organisasi keagamaan ini dituntut tidak sekadar hadir secara seremonial, melainkan harus turun tangan langsung mengurai berbagai problematika krusial keumatan, mulai dari krisis lingkungan hingga merosotnya moral generasi muda.
Prosesi pengukuhan nakhoda baru tersebut berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Jumat (13/2/2026). Lewat penerbitan Surat Keputusan Nomor Kep-6/DP-MUI/I/2026 sebagai hasil ketetapan Musyawarah Daerah (Musda) VIII, tampuk kepemimpinan kini secara sah diemban oleh Saidul Amin selaku Ketua Umum.

Pengesahan susunan personalia baru ini dipimpin langsung oleh Ketua Bidang Fatwa Metodologi MUI Pusat, Gusrizal Gazahar atau yang akrab disapa Datuak Palimo Basa. Transisi kepemimpinan ini membawa mandat besar agar majelis tidak hanya berfungsi sebagai pemadam kebakaran saat krisis terjadi, tetapi juga wajib memberikan dampak positif yang berkesinambungan bagi masyarakat luas.

Turut menyaksikan pergantian pucuk pimpinan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menitipkan ekspektasi tinggi kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. Pemerintah daerah berharap para ulama mampu merumuskan solusi nyata untuk membentengi masyarakat dari ancaman radikalisme serta merajut kembali ukhuwah Islamiyah yang kerap rentan terkoyak di tengah dinamika sosial.

"Selamat atas dilantiknya pengurus MUI Provinsi Riau masa bakti 2025-2030, saudara diharapkan bukan hanya menjadi pelita dalam gelap," tegas SF Hariyanto.

Lebih jauh, rekam jejak kepemimpinan Saidul Amin menjadi sorotan utama dalam menavigasi arah kebijakan MUI Riau ke depan. Kapasitas akademis serta reputasi keorganisasiannya yang dinilai solid diharapkan mampu menjadi fondasi kuat untuk membenahi internal lembaga dan merespons tantangan zaman yang bergerak cepat.

SF Hariyanto menilai Saidul Amin adalah sosok yang tepat untuk membawa majelis ini ke arah yang lebih progresif dan berjaya. Seluruh jajaran pengurus diminta untuk menyingkirkan kepentingan pribadi dan menjalankan amanah keumatan ini dengan dedikasi penuh serta keikhlasan.

"Selamat bekerja kepada seluruh pengurus MUI Provinsi Riau masa khidmat 2025-2030. Semoga Allah membuka jalan untuk kita semua," pungkasnya.

Formasi kepengurusan yang baru ini memikul harapan besar dari publik Riau. Keberhasilan mereka nantinya tidak hanya diukur dari kuantitas program kerja, melainkan seberapa jauh kehadiran ulama mampu membawa perubahan nyata dalam menekan angka radikalisme, memperbaiki moral anak bangsa, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan di Bumi Lancang Kuning.

Prosesi pengukuhan nakhoda baru tersebut berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Jumat (13/2/2026). Lewat penerbitan Surat Keputusan Nomor Kep-6/DP-MUI/I/2026 sebagai hasil ketetapan Musyawarah Daerah (Musda) VIII, tampuk kepemimpinan kini secara sah diemban oleh Saidul Amin selaku Ketua Umum.

Pengesahan susunan personalia baru ini dipimpin langsung oleh Ketua Bidang Fatwa Metodologi MUI Pusat, Gusrizal Gazahar atau yang akrab disapa Datuak Palimo Basa. Transisi kepemimpinan ini membawa mandat besar agar majelis tidak hanya berfungsi sebagai pemadam kebakaran saat krisis terjadi, tetapi juga wajib memberikan dampak positif yang berkesinambungan bagi masyarakat luas.

Turut menyaksikan pergantian pucuk pimpinan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menitipkan ekspektasi tinggi kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. Pemerintah daerah berharap para ulama mampu merumuskan solusi nyata untuk membentengi masyarakat dari ancaman radikalisme serta merajut kembali ukhuwah Islamiyah yang kerap rentan terkoyak di tengah dinamika sosial.

"Selamat atas dilantiknya pengurus MUI Provinsi Riau masa bakti 2025-2030, saudara diharapkan bukan hanya menjadi pelita dalam gelap," tegas SF Hariyanto.

Lebih jauh, rekam jejak kepemimpinan Saidul Amin menjadi sorotan utama dalam menavigasi arah kebijakan MUI Riau ke depan. Kapasitas akademis serta reputasi keorganisasiannya yang dinilai solid diharapkan mampu menjadi fondasi kuat untuk membenahi internal lembaga dan merespons tantangan zaman yang bergerak cepat.

SF Hariyanto menilai Saidul Amin adalah sosok yang tepat untuk membawa majelis ini ke arah yang lebih progresif dan berjaya. Seluruh jajaran pengurus diminta untuk menyingkirkan kepentingan pribadi dan menjalankan amanah keumatan ini dengan dedikasi penuh serta keikhlasan.

"Selamat bekerja kepada seluruh pengurus MUI Provinsi Riau masa khidmat 2025-2030. Semoga Allah membuka jalan untuk kita semua," pungkasnya.

Formasi kepengurusan yang baru ini memikul harapan besar dari publik Riau. Keberhasilan mereka nantinya tidak hanya diukur dari kuantitas program kerja, melainkan seberapa jauh kehadiran ulama mampu membawa perubahan nyata dalam menekan angka radikalisme, memperbaiki moral anak bangsa, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan di Bumi Lancang Kuning.

Prosesi pengukuhan nakhoda baru tersebut berlangsung di Gedung Daerah Balai Serindit, Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Jumat (13/2/2026). Lewat penerbitan Surat Keputusan Nomor Kep-6/DP-MUI/I/2026 sebagai hasil ketetapan Musyawarah Daerah (Musda) VIII, tampuk kepemimpinan kini secara sah diemban oleh Saidul Amin selaku Ketua Umum.

Pengesahan susunan personalia baru ini dipimpin langsung oleh Ketua Bidang Fatwa Metodologi MUI Pusat, Gusrizal Gazahar atau yang akrab disapa Datuak Palimo Basa. Transisi kepemimpinan ini membawa mandat besar agar majelis tidak hanya berfungsi sebagai pemadam kebakaran saat krisis terjadi, tetapi juga wajib memberikan dampak positif yang berkesinambungan bagi masyarakat luas.

Turut menyaksikan pergantian pucuk pimpinan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menitipkan ekspektasi tinggi kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. Pemerintah daerah berharap para ulama mampu merumuskan solusi nyata untuk membentengi masyarakat dari ancaman radikalisme serta merajut kembali ukhuwah Islamiyah yang kerap rentan terkoyak di tengah dinamika sosial.

"Selamat atas dilantiknya pengurus MUI Provinsi Riau masa bakti 2025-2030, saudara diharapkan bukan hanya menjadi pelita dalam gelap," tegas SF Hariyanto.

Lebih jauh, rekam jejak kepemimpinan Saidul Amin menjadi sorotan utama dalam menavigasi arah kebijakan MUI Riau ke depan. Kapasitas akademis serta reputasi keorganisasiannya yang dinilai solid diharapkan mampu menjadi fondasi kuat untuk membenahi internal lembaga dan merespons tantangan zaman yang bergerak cepat.

SF Hariyanto menilai Saidul Amin adalah sosok yang tepat untuk membawa majelis ini ke arah yang lebih progresif dan berjaya. Seluruh jajaran pengurus diminta untuk menyingkirkan kepentingan pribadi dan menjalankan amanah keumatan ini dengan dedikasi penuh serta keikhlasan.

"Selamat bekerja kepada seluruh pengurus MUI Provinsi Riau masa khidmat 2025-2030. Semoga Allah membuka jalan untuk kita semua," pungkasnya.

Formasi kepengurusan yang baru ini memikul harapan besar dari publik Riau. Keberhasilan mereka nantinya tidak hanya diukur dari kuantitas program kerja, melainkan seberapa jauh kehadiran ulama mampu membawa perubahan nyata dalam menekan angka radikalisme, memperbaiki moral anak bangsa, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan di Bumi Lancang Kuning. ***


