
RENGAT, GORIAU.COM - Manajer Koperasi Swait (Kopsa) Redang Seko, Harapan Nainggolan yang melakukan pengancaman terhadap wartawan Koran Riau di Indragiiri Hulu, ternyata juga mengaku sebagai wartawan. Di hadapan penyidik Polres Inhu, Harapan juga mengeluarkan kartu pers.
Hal ini terungkap saat audensi Solidaritas Wartawan Inhu (Sowai) dengan jajaran Polres Inhu, Kamis (6/12/2012). Kapolres Inhu, AKBP Hermansyah menegaskan, pihaknya memberi perhatian serius terhadap pengancaman wartawan tersebut. Hanya saja, Kapolres mengatakan kalau terlapor dihadapan penyidik juga menyatakan dirinya sebagai wartawan.
Kapolres menyatakan pihaknya berpedoman pada BAP dan didalamnya juga diperlihatkan kartu pers oleh Harapan Nainggolan. Sehingga pihak penyidik beranggapan kalau yang bersangkutan sebagai wartawan.
''Saya juga sangat tidak setuju dengan adanya ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang mengaku-ngaku sebagai wartawan. Kita akan menindak tegas jika diketahui oknum-oknum tersebut melakukan keresahan di tengah-tengah masyarakat,'' janji Kapolres.
''Tapi saya terus pantau kasus itu. Saya berjanji akan menuntaskannya. Pihak Polsek Rengat Barat beberapa hari lalu sudah dipanggil untuk diminta keterangannya. Untuk saat ini penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi,'' terang Kapolres.
Kendati ia akan ''meninggalkan'' Inhu untuk menduduki jabatan sebagai Kabid Humas Polda Riau, namun ia berjanji akan tetap memantau terus. Kapolres mengaku tetap mensupport awak media peliputan Inhu. Bahkan, persoalan itu akan terus dipantau sejumlah perwira Polres Inhu.
''Setelah diperiksa dan kalau memang menguatkan, terlapor akan kita tahan. Dan sampai pada waktunya akan kita tuntaskan. Kendati saya pindah tugas tapi masih banyak perwira Polres Inhu yang akan memonitor LP tersebut,'' janji Kapolres.
Usai beraudensi dan coffee morning tersebut, wartawan peliputan Inhu yang diundang langsung oleh Kapolres foto bersama dan bercengkerama dengan sejumlah perwira Polres Inhu lainnya, seperti Wakapolres, Kabag Ops, Kasat Reskrim, Kasat Intel, Kasat Binmas, Kasat Lantas dan Kassubag Humas.
Sementara itu,. Ketua Sowai Kasmedi didampingi sejumlah pengurus dan awak media yang turut hadir mengatakanpihaknya meminta Polres dapat segera menuntaskan kasus ancaman terhadap wartawan Harian Pagi Koran Riau Zuhdi Ansahri alias Yudi.
“Rekan-rekan yang tergabung dalam Sowai sangat menginginkan agar Kapolres dapat menyelesaikan kasus pengancaman tersebut. Sehingga persoalan serupa tidak akan terulang kembali,'' kata Kasmedi, Kamis (6/12/2012) di Rengat.
Kasmedi juga menanyakan soal hasil penyelidikan pihak kepolisian selama ini dimana sejak Yudi membuat laporan dan penyidik memanggil sejumlah saksi terkait LP tersebut hingga saat ini terlapor Manager Koperasi Sawit (Kopsa) Redang Seko Harapan Nainggolan masih belum rampung. (wsr/aun)