PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Meski penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk Kabupaten Pelalawan tahun 2013 baru sebatas rencana dan dalam proses pengajuan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kepmenpan), namun diharapkan Pemerintah Daerah dapat mengakomodir aspirasi warga untuk memperjuangkan kesempatan bagi pelamar dari tamatan SLTA supaya dapat ikut pada penerimaan CPNS tahun 2013 ini, mengingat yang tamatan SLTA itu masih sangat tinggi di Kabupaten kita ini.
Hal itu dikatakan oleh Ketua DPD PAN Pelalawan, Nazaruddin Arnazh, kepada sejumlah media di Pangkalan Kerinci, Rabu (27/3/2013). Menurutnya, untuk Kabupaten Pelalawan yang perlu disikapi dan dipertimbangkan, jika tahun 2013 ini terjadi penerimaan CPNS kategori umum adalah perhatian Pemerintah Daerah terhadap tamatan SLTA, karena yang berpendidikan SLTA atau sederajat itu prosentasenya masih sangat tinggi di daerah ini.
"Kita berharap dari formasi yang ada nantinya agar kiranya Pemda dapat mengalokasikan berapapun bisanya untuk membuka peluang dan kesempatan bagi pelamar yang berpendidikan SLTA ini untuk menjadi CPNS. Karena sebagian para orang tua yang menyekolahkan anaknya hanya memiliki kemampuan hingga tamatan SMA. Kita merasa prihatin, para orang tua yang telah menyekolahkan anaknya, namun karena keterbatasan ekonomi tidak mampu untuk melanjutkan ke bangku kuliah, sementara para orang tua berharap agar anaknya menjadi pegawai," terangnya.
Setidaknya, sambungnya, dengan dibukanya peluang untuk tamatan SLTA ini mereka punya kesempatan untuk menjadi Pegawai. Barangkali di satu sisi mereka sebetulnya juga tidak mau hanya berpendidikan SLTA tapi karena kesulitan biaya hidup yang pas-pasan, sehingga mereka terpaksa hanya mampu bersekolah sampai di jenjang SLTA.
"Padahal mungkin waktu masih dibangku Sekolah Dasar mereka juga telah berikrar dan menancapkan cita-cita untuk kuliah diperguruan tinggi kelak, namun karena kemampuan ekonomi orang tua, cita-cita yang tinggi untuk menjadi pegawai terkendala oleh ijazah SMA yang dimilikinya," ujarnya.
Karena itu, lanjutnya, jika penerimaan CPNS kategori umum tahun sebelumnya harus Minimal berpendidikan D2, D3 dan S1, namun sekali lagi diharapkan pada Pemerintah Daerah melalui Badan Kepegawaian Daerah untuk penerimaan CPNS tahun 2013 ini hendaknya dapat membuka dan memberikan kesempatan kepada warganya yang dari tamatan SLTA.
"Dan alasannya pun realistis yakni melihat kondisi pendidikan tamatan tingkat SLTA di Kabupaten kita ini masih cukup besar," katanya.
Tentunya, jika mereka sudah PNS saya rasa untuk mengejar standar minimal, katakanlah kepangkatan yang ditentukan oleh tingkatan tamatan, mereka paling tidak punya kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke strata 1 (sarjana), bekerja sambil kuliah. Karena mereka telah mempunyai penghasilan untuk membiayai pendidikannya sendiri atau mungkin oleh pemerintah Daerah mereka punya prestasi bisa saja mereka ditugas belajarkan. Rasanya wajar dan beralasan serta tidak berlebihan untuk tidak membuka peluang dan memberikan kesempatan bagi tamatan SLTA ini dalam penerimaan CPNS ini.
"Namun demikian, semua berpulang ke Pemerintah Daerah, sebagai penyambung lidah masyarakat kami berkewajiban untuk menyampaikan kondisi yang berupa aspirasi dan fakta ini ke Pemerintah Daerah, mudah-mudahan Pemerintah Daerah dapat dan cepat tanggap untuk merealisasikannya", pungkasnya.
Sementara itu, ketika dikonfirmasikan hal itu kepada Kepala Kepegawaian Daerah Pelalawan, Andi Yuliandri, mengungkapkan, bahwa formasi penerimaan CPNS berdasarkan ketetapan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonsesia.
"Keputusan untuk peluang tamatan SLTA atau sederajat itu merupakan domainnya Menpan RI, jika Menpan menetapkan ada jalur tamatan SMA, tentunya usulannya akan kita teruskan ke Menpan. Kita hanya sebatas melakukan pengusulan sejumlah formasi yang dibutuhkan saat ini", ujar Nadi Yuliandri, Kepala BKD Pelalawan.
Ditambahkan oleh BKD Andi, bahwa saat ini pegawai yang sangat dibutuhkan di Pelalawan adalah untuk tenaga kesehatan dan tenaga guru. "Formasi yang sangat kita butuhkan saat ini adalah untuk tenaga kesehatan dan tenaga pendidik", pungkasnya. (ilm)