BENGKALIS, GORIAU.COM - Kondisi jalan di wilayah Bengkalis Timur, seperti jalan poros Penebal-Pematang Duku-Ketamputih, Desa Muntai-Teluk Pambang-Kembung Luar sudah sangat parah. Bukan hanya sulit dilalui, kerusakan jalan juga membahayakan pengguna jalan.
Sejumlah masyarakat mengaku gerah akibat lambatnya penanganan pemerintah daerah. Pemerintah hanya beralasan jalan-jalan tersebut akan diperbaiki setelah proses tender selesai, padahal sampai saat ini proses tender belum dimulai sama sekali.
“Menunggu proses tender selesai, ujung-ujungnya proyek baru dikerjakan akhir tahun, baru dua atau tiga ratus meter bekerja sudah tutup buku. Pemerintah harus segera cari solusi, kalau tender lambat jalan apa yang bisa dilakukan, kasihan masyarakat,” ujar Ketua Forum Masyarakat Peduli Bengkalis, Muhammad Rozali, Rabu (27/3/2013).
Anggota DPRD Bengkalis, H Heru Wahyudi mengaku kondisi jalan poros Penebal-Pematang Duku-Ketamputih serta Kembung Luar membahayakan pengguna jalan. Kata Heru, mestinya pemerintah tidak hanya menunggu tender selesai, tapi mencari solusi tercepat sebelum masyarakat menjadi korban.
“Saya melihat langsung bagaimana kondisi jalan Bengkalis Timur, kondisi jalan bukan hanya rusak tapi membahayakan pengguna jalan. Harapan saya tentunya, ada langkah atau solusi cepat untuk mrngatasi ini. Kalau memang proses tender masih lambat, apa solusi dalam waktu dekat ini,” kata Heru.
Untuk lokasi jalan yang sudah masuk prgram multiyears dan proyek reguler, memang tidak bisa dikerjakan sebelum proses tender selesai dilakukan karena khawatir akan terjadi tumpang tindih anggaran. Tapi menurut Heru, masih ada cara lain yang bisa dilakukan oleh dinas terkait.
“Dinas PU harus berkoordinasi dengan pemerintah Kecamatan dan desa/kelurahan. Di desa dan di Kecamatan itu ada dana Inbup, saya pikir tidak ada salahnya dana ini digunakan, menjalang jalan tersebut dikerjakan dengan anggaran yang memang sudah diperuntukkan,” saran Heru.
Atau kalaupun tetap tidak bisa menggunakan dana Inbup yang ada di kecamatan dan desa, Dinas PU tetap diharapkan punya solusi lain untuk mengatasi persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini. “Kalau tak salah pemkab punya alat berat, bahkan dulu masing-masing kecamatan punya satu alat berat. Mengapa alat berat ini tidak kita manfaatkan untuk membantu masyarakat,” sarannya. (jfk)