PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM— Sebanyak 8 penerima beasiswa ikatan dinas PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) telah menandatangani kontrak beasiswa ke Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) di Yogyakarta, Senin (7/7), di Balai Pelatihan dan Pengembangan Usaha Terpadu (BPPUT), Pangkalan Kerinci. Didampingi orang tua atau wali masing-masing, para calon mahasiswa tersebut terlihat antusias mengikuti proses pengarahan dan penjelasan terkait beasiswa yang akan dijalani selama empat tahun itu.



Community Development (CD) Manager, Lukman mengatakan penerima beasiswa ini akan mengikuti orientasi pengenalan kegiatan operasional perusahaan yang dimulai, Selasa (8/7), di Situgal, Baserah, Kabupaten Kuansing. Pelatihan tersebut berlangsung selama 1 bulan, sebelum para calon mahasiswa tersebut diberangkatkan ke Yogyakarta untuk mengikuti kegiatan perkuliahan pada 15 Agustus 2014 mendatang.

"Semua biaya mereka akan ditanggung oleh perusahaan, seperti biaya SPP, akomodasi, transportasi dan uang saku. Maka dari itu, kami pesankan agar kesempatan ini digunakan sebaik mungkin," kata Lukman.

Dihadapan para siswa dan orang tua/ wali penerima beasiswa, Lukman berpesan agar senantiasa mengikuti aturan yang ada, menjaga reputasi, tunjukkan prestasi sehingga mampu bersaing dengan daerah lainnya se-Indonesia, dan memanfaatkan waktu belajar termasuk uang saku yang diberikan untuk kegiatan positif yang akan menunjang pekerjaan nantinya.

"Sebagai orang yang terpilih, tunjukkan kalau anda mampu bersaing. Ikuti semua aturan, jangan sampai merusak reputasi, dan gunakanlah uang saku yang berlebih untuk belajar, seperti kursus bahasa inggris. Sebenarnya orang tua, kalau bisa jangan dikirim uang jajan lagi, karena sudah cukup semua," pesan Lukman.

Salah seorang penerima beasiswa dari SMAN 1 Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Muhammad Fadhli, (19) mengaku bangga dan berterimakasih kepada RAPP atas kesempatan beasiswa sehingga bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Fadhli berniat untuk bersungguh-sungguh membuktikan akan menjadi orang bermanfaat ketika bekerja di perusahaan nantinya.

"Kami sangat bersyukur, karena kami dapat beasiswa lalu bisa langsung bekerja setelah lulus kuliah. Apalagi untuk biaya sekolah, saya dibiayai oleh abang, karena kedua orang tua saya sudah lama meninggal dunia, jadi untuk kuliah itu biayanya susah," tutur anak kedua dari tiga bersaudara ini.

Sementara itu, Zulkarnain (18), lulusan siswa SMAN 1 Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi mengaku motivasi mengikuti program beasiswa ini untuk membahagiakan kedua orang tua kemudian meningkatkan taraf hidup keluarga.

"Saya terharu, dari perjuangan mau masuk sini, sudah susah payah, sebelum akhirnya lulus. Kami dari keluarga tidak mampu, saya pulang sekolah, sehabis sholat, langsung potong karet untuk cari uang, Dari pengalaman kakak-kakak saya, yang hanya bekerja sebagai petani, tidak cukup membantu orang tua," ujar anak bungsu dari 10 bersaudara ini.

Ditemui usai penandatanganan kontrak beasiswa, Zanar (64) orang tua dari Tomi Mulyadi, lulusan MAN 1 Lipat Kain, Kampar Kiri, Kabupaten Kampar juga merasa sangat bersyukur dan terharu atas kesempatan beasiswa yang berhasil diraih oleh anak bungsunya tersebut.

"Saya berterimakasih dengan RAPP, dengan beasiswa untuk anak saya. Jadi sudah lega rasanya, saya tidak perlu susah lagi karena semua sudah ditanggung sampai dia langsung kerja," ujar pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani karet ini.

Hingga saat ini, RAPP telah mengirim 3 angkatan penerima beasiswa ikatan dinas ke Instiper. Beasiswa tersebut diberikan kepada pelajar SMA/ sederajat yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan di 5 Kabupaten di Riau. Mereka diutamakan yang berasal dari keluarga kurang mampu dari segi ekonomi dan memiliki prestasi di sekolah. Setelah lulus dari perguruan tinggi, para siswa akan langsung diterima bekerja di RAPP atau di perusahaan grup di bawah naungan Raja Garuda Emas (RGE) untuk mengikuti ikatan dinas selama 5 tahun.

Dengan adanya program pendidikan yang berkualitas berpengaruh pada peningkatan kualitas hidup seseorang dan masyarakat. Selaku Founder dari RAPP, Sukanto Tanoto dan Tinah B. Tanoto meyakini setiap manusia memiliki hak yang sama dalam memperoleh kehidupan yang lebih baik. Dengan terbukanya kesempatan untuk memperoleh pendidikan, maka taraf kehidupan akan menjadi lebih baik.(rls)