PANGKALANKERINCI - Di Kabupaten Pelalawan, Riau, tercatat sebanyak 155 orang telah terjangkit virus Human Immunodeficiency Virus (HIV). Dari jumlah tersebut, 56 orang diantaranya sudah dipastikan menderita Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS).

"25 diantaranya, yang terkena penyakit AIDS itu sudah meninggal. Tapi jika kita bertanya berapa jumlah penderita virus HIV di daerah ini ya 155 itu," terang Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Pelalawan, Asril SKM, Kamis (26/11/2015).

Untuk Provinsi Riau, jelas Asril, tahun kemarin Kabupaten Pelalawan berada di urutan ke empat. Namun tahun 2015 ini, KPA Pelalawan belum mengetahui dengan jumlah penderita sebanyak itu, daerah ini berada di urutan ke berapa.

"Untuk urusan ini, biasanya akan dikeluarkan oleh KPA Provinsi. Namun untuk kasus HIV/AIDS, biasanya kecenderungannya tiap tahun meningkat," jelasnya.

Menurut Asril, kasus penderita HIV/AIDS fenomena yang terjadi adalah fenomena gunung es. Artinya, hanya bagian atasnya saja yang tampak namun jika kita tak menggali ke dalam maka tak ditemukan jumlah penderita HIV/AIDS yang sebenarnya.

"Kita tak bisa memaksa seseorang untuk memeriksakan diri atau tes darah. Karena ini biasanya kesadaran sendiri untuk melakukan cek-up atau general cek-up," ujarnya.

Dan biasanya, imbuh Asril, ketika seseorang melakukan tes darah atau general cek-up, baru ditemukan indikasi terkena virus HIV.

"Dan lagi, etikanya kita memang tak bisa mengekspose nama penderita jika seseorang telah dinyatakan terkena virus HIV," katanya.

Asril menambahkan, antisipasi dari KPA dan Diskes dengan cara mendatangi sekolah-sekolah dan kelompok-kelompok resiko tinggi guna memberikan sosialisasi terkait bahayanya penyakit HIV/AIDS.

"Salah satu upaya kita adalah, jika tak bisa diobati maka lebih baik mencegah," tutup Asril.(***)