
PEKANBARU – Nasib program magang dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI tahun 2026 di Provinsi Riau hingga kini masih belum menemui titik terang. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau mengaku belum menerima informasi resmi terkait kelanjutan program yang selama ini sangat dinantikan oleh para pencari kerja tersebut.
Kepala Disnakertrans Riau, Roni Rahmat, melalui Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja, Bambang Rusdianto, memastikan hingga akhir Maret 2026 pihaknya belum mendapatkan petunjuk teknis dari pemerintah pusat terkait kuota maupun pelaksanaan kegiatan.
"Untuk program magang Kemenaker tahun 2026 ini, kami belum menerima informasi. Kemungkinan program tersebut tidak ada tahun ini," ungkap Bambang saat dikonfirmasi GoRiau.com, Senin (30/3/2026).
Meski diwarnai ketidakpastian, ia menegaskan dinas terkait akan langsung bergerak cepat mengumumkan kepada publik jika nantinya Kemenaker RI memberikan lampu hijau. Keterbukaan informasi ini menjadi prioritas agar masyarakat luas, khususnya generasi muda yang sedang mencari pekerjaan, tidak kehilangan peluang berharga.
"Jika ada informasi terbaru, tentu akan kami publikasikan agar masyarakat bisa segera mengetahuinya," tambahnya.
Selama ini, program magang besutan pemerintah pusat tersebut menjadi solusi jitu bagi angkatan kerja baru untuk mengasah keahlian di dunia industri sekaligus mendapatkan penghasilan. Walau durasinya terbilang singkat, yakni sekitar enam bulan, insentif yang ditawarkan cukup menjanjikan untuk menyokong perekonomian peserta magang.
"Program ini sangat membantu pencari kerja. Walaupun hanya enam bulan, gajinya lumayan karena mengacu pada UMR provinsi yang diatur oleh pemerintah pusat," urai Bambang. ***