JAKARTA – Pembangunan kembali fasilitas dan pemukiman warga di wilayah Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh pascabencana resmi dimulai dengan kucuran dana Rp100,16 triliun. Proses rehabilitasi dan rekonstruksi permanen di tiga provinsi tersebut ditargetkan rampung sepenuhnya dalam kurun waktu tiga tahun.

Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian merinci pembagian anggaran tahunan yang telah disetujui pemerintah dan legislatif. Dana yang dialokasikan mencapai Rp38,9 triliun untuk tahun 2026, lalu Rp32,9 triliun tahun 2027, dan Rp28,2 triliun tahun 2028.

"Total anggaran yang sudah kami usulkan, dan Alhamdulillah sudah disetujui di tingkat pemerintah, dan kami tadi laporkan kepada Satgas DPR yang dipimpin Sufmi Dasco Ahmad. Alhamdulillah juga didukung, itu nilainya sebanyak Rp100,166 triliun selama tiga tahun," jelas Tito di Kompleks DPR/MPR Jakarta, Senin (25/5/2026).

Porsi anggaran terbesar disalurkan kepada Kementerian Pekerjaan Umum senilai Rp69 triliun untuk mengembalikan fungsi infrastruktur fisik selama tiga tahun ke depan, dengan pencairan Rp22 triliun tahun ini.

Selain memulihkan infrastruktur, penyediaan tempat tinggal bagi para korban menjadi prioritas. Pemerintah menyiapkan dana Rp7,4 triliun yang dikelola oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

"Kalau huntap kami targetkan paling lambat 2027," tambahnya.

Kementerian Keuangan menyatakan kesiapan penyediaan dana awal tahun 2026 sebesar Rp38 triliun dan menunggu kelengkapan dokumen pendukung dari setiap kementerian. Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad meminta setiap instansi pemangku kepentingan segera menyusun jadwal kerja yang akan dievaluasi secara berkala setiap dua minggu.***