PEKANBARU, GORIAU.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menjadwalkan pelaksanaan hilal (melihat anak bulan) untuk menentukan datangnya 1 Ramadan pada 27 Juni 2014 di Hotel The Premiere.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agam Provinsi Riau, Tarmizi Tohor, Senin (16/6/2014) mengatakan, dipilihnya Hotel The Premiere dikarenakan hotel tersebut masuk dalam salah satu gedung tertinggi di Riau saat ini.

"Melihat anak bulan direncanakan pada 27 Juni mendatang. Hasilnya nanti akan kita laporkan ke pusat," kata Tarmizi.

Meski begitu, Pemprov Riau tetap akan menaati keputusan yang ditetapkan Kementerian Agama RI nantinya. Karena Pemerintah Pusat bersama sejumlah organisasi terkait akan melihat anak bulan dan memutuskannya sesuai ketentuan.

"Meski kita juga melihat hilal, namun kita tetap menjalani keputusan yang dikeluarkan Pemerintah Pusat melalui Kemenag RI," ujarnya.

Namun bagaimana dengan organisasi atau suatu kaum menjalankan Puasa Ramadan lebih awal dari yang ditetapkan Kemenag? Dijelaskan Tarmizi, jika perhitungan yang diambil sesuai ketentuan dan akidah yang berlaku, itu sah-sah saja.

"Karena itu bisa saja terjadi. Sebenarnya yang lebih penting adalah pelaksanaan ibadah itu sendiri. Asalkan sesuai ketentuan dan kaidah yang sudah ditetapkan," jelas Tarmizi.

Perbedaan dalam menentukan hilal tergantung bagaimana melihat anak bulan itu sendiri. Ada yang menggunakan hisab dan ada yang menggunakan hilal. "Namun dalam ketentuannya, hisab tidak diperbolehkan," ujar Tarmizi.

Hilal merupakan bulan sabit muda pertama yang dapat dilihat setelah terjadinya konjungsi (ijtimak, bulan baru) pada arah dekat matahari terbenam yang menjadi acuan permulaan bulan dalam kalender Islam.

Biasanya hilal diamati pada hari ke-29 dari bulan Islam untuk menentukan apakah hari berikutnya sudah terjadi pergantian bulan atau belum. Hilal juga merupakan bagian dari fase-fase bulan.***