
PEKANBARU, GORIAU.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mendesak Pemkab Pelalawan dan Indragiri Hulu (Inhu) segera menyerahkan nama calon Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk mengelola Blok Kampar.
Karena kontrak PT Medco yang masih mengelola ladang minyak Riau tersebut akan berakhir pada Desember 2014 mendatang. "Kita minta kedua daerah tersebut cepat menentukan (BUMD, red)," imbau Asisten II Setdaprov Riau, Wan Amir Firdaus, Rabu (12/11/2014).
Karena dijelaskan Wan Amir, sejak awal Pemprov Riau mendukung sepenuhnya pengelolaan Blok Kampar dipegang oleh daerah, bukan lagi perusahaan dari luar. "Dukungan ini seharusnya memberikan percepatan bagi kedua daerah untuk menyiapkan BUMD terkait," terang Wan Amir.
Bertahun-tahun, Blok Kampar dikelola oleh PT Medco. Namun dalam beberapa waktu terakhir, muncul aspirasi dari masyarakat Riau agar Blok Kampar sudah saatnya dikelola oleh daerah.
Latar belakang yang mendasari mereka diduga PT Medco kurang peduli dengan lingkungan dan sosial. Kemudian dinilai tidak ada realisasi CSR yang diberikan PT Medco untuk kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah tempatan.
Untuk itu, masyarakat Riau, khususnya dua kabupaten tersebut berharap agar PT Medco untuk segera dikelola oleh Pemda, tanpa campur tangan perusahaan dari luar.
"Sistemnya tetap lelang terbuka," kata Kepala Biro Administrasi Perekonomian Setdaprov Riau, Syahrial Abdi kepada GoRiau.com secara terpisah.***