PEKANBARU – Keakuratan data profil kelurahan menjadi pondasi utama bagi pemerintah dalam merancang pembangunan daerah yang tepat sasaran. Guna menghindari kebijakan yang tidak terarah, Pemerintah Kota Pekanbaru kini fokus meningkatkan kapasitas pendataan di tingkat akar rumput.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menginstruksikan 83 operator kelurahan untuk bekerja teliti dalam mengelola informasi kewilayahan. Arahan tersebut disampaikannya usai membuka pelatihan penginputan data Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan (EPDesKel) serta Profil Desa dan Kelurahan (Prodeskel) di Ballroom Lantai 6, Gedung Utama Komplek Perkantoran Wali Kota Tenayan Raya, Jumat (6/3/2026).

Ketersediaan data yang valid sangat menentukan arah kebijakan pemerintah ke depan. Para pengambil keputusan membutuhkan informasi yang nyata untuk memantau kebutuhan dan kemajuan di setiap wilayah agar program yang digulirkan tidak berujung sia-sia.

"Data-data untuk profil kelurahan ini kita butuhkan sebagai kebijakan kita dalam menyusun program pembangunan dan juga sekaligus evaluasi," ungkap Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar.

Perencanaan tata kota dan kesejahteraan warga tidak bisa dilakukan secara sporadis. Melalui basis data yang kuat, pemerintah dapat mengukur berbagai indikator sosial secara komprehensif, mulai dari indeks pembangunan manusia hingga pergerakan ekonomi masyarakat setempat.

"Sehingga kami kepala daerah dan OPD terkait bisa mengakses secara keseluruhan kebutuhan dan perkembangan pembangunan di setiap kelurahan. Dan datanya itu kita harapkan punya akurasi," urainya.

Agenda pembekalan ini turut dihadiri oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, serta Kepala Bagian Tata Pemerintahan. Kehadiran jajaran pejabat ini menegaskan pentingnya peran operator sebagai ujung tombak pengumpulan data valid bagi perumusan kebijakan kota.

"Makanya kita latih mereka supaya dapat menginputnya dengan betul, teliti, dan cermat sehingga tidak salah," tutup Markarius. ***