PEKANBARU – Pemerintah Kota Pekanbaru segera menguji coba dua unit bus listrik untuk memperkuat layanan angkutan umum massal Trans Metro Pekanbaru. Kehadiran bus listrik tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah kota mendorong transportasi ramah lingkungan di Pekanbaru.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengatakan dua bus listrik tersebut merupakan dukungan dari pemerintah pusat dan belum dibeli secara permanen oleh pemerintah kota.

“Bus itu belum kita beli, itu baru akan kita uji coba. Sehingga apakah memang cocok untuk Kota Pekanbaru menuju go green,” kata Agung di DPRD Pekanbaru, Senin (11/5/2026).

Menurut dia, uji coba bus listrik juga akan dibarengi dengan pembenahan layanan Bus Trans Metro Pekanbaru yang selama ini masih dikeluhkan masyarakat, terutama terkait ketepatan waktu dan waktu tunggu antarbis yang dinilai terlalu lama.

Agung menyebut pemerintah kota akan mengganti sistem pengelolaan layanan bus dengan sistem yang lebih profesional agar operasional angkutan umum menjadi lebih terukur.

“Sistemnya nanti juga diganti menggunakan sistem yang profesional. Sehingga ketepatan waktu yang paling penting,” ujarnya.

Ia mengakui waktu tunggu bus TMP dari satu halte ke halte lain saat ini masih melebihi 30 menit. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab masyarakat belum sepenuhnya beralih menggunakan transportasi umum.

“Keterlambatan bus TMP membawa penumpang menjadi persoalan yang belum teratasi,” katanya.

Menurut Agung, evaluasi terhadap sistem transportasi massal di Pekanbaru akan dilakukan secara bertahap, termasuk peningkatan ketepatan waktu operasional bus agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih optimal.

Pemko Pekanbaru berharap kehadiran bus listrik nantinya tidak hanya memperkuat layanan transportasi umum, tetapi juga mendukung pengurangan emisi dan program kota ramah lingkungan. ***