
DUMAI - Pemerintah Kota Dumai berencana untuk menambah anggaran percepatan penanganan corona atau Covid-19 dari Rp100 miliar menjadi Rp220 miliar bersumber APBD tahun 2020, dalam rangka penyelamatan masyarakat.
Sekretaris Daerah Kota Dumai Herdi Salioso mengatakan, kegiatan pemerintah akan difokuskan pada penanganan wabah Covid-19 dan tidak memprioritaskan dahulu program pembangunan atau kegiatan fisik.
"Fokus ke penanganan korona, dan sudah disampaikan ke seluruh komponen, karena kita serius bagaimana caranya menyelamatkan masyarakat dari wabah ini," kata Herdi kepada pers, Jumat (17/4/2020).
Dijelaskan, untuk tahap awal Pemko Dumai menyiapkan anggaran Rp100 miliar diperuntukkan kebutuhan tiga hingga empat bulan dengan sebagian besar bagi kebutuhan medis dan bantuan langsung ke masyarakat terdampak.
Jika pandemi berlanjut dengan perkiraan hingga Oktober 2020 dan status positif Corona di Dumai meningkat, maka anggaran disiapkan awal tentu tidak cukup, sehingga dilakukan lagi rasionalisasi untuk menutupi kekurangan.
Pemerintah, lanjutnya, tidak akan menilai berapapun besar biaya yang harus disiapkan untuk penanganan Covid-19 ini karena menyangkut kepentingan kesehatan dan nyawa masyarakat umum.
"Pergeseran anggaran akan dilakukan di waktu lebih awal agar satuan kerja daerah tidak terlanjur menggunakan, sehingga kapan saja dibutuhkan sudah tersedia," ujarnya.
Diberitakan, terkait wabah Covid-19, Pemko Dumai awal menyiapkan alokasi anggaran Rp100 miliar bersumber pemangkasan anggaran kegiatan di semua organisasi perangkat daerah untuk membantu penanggulangan Korona.
Kesiapan anggaran Rp100 miliar ini diperuntukkan bagi rumah sakit penanganan virus Corona (Covid-19) dan dinas kesehatan, serta bantuan ke masyarakat miskin dan terdampak.
Alokasi terbesar ke RSUD dan Dinas Kesehatan karena pembiayaan satu pasien positif Korona diperlukan dana sedikitnya Rp15 juta per hari, dan kebutuhan alat pelindung diri atau APD minimal 10 hingga 12 lembar untuk sekali pakai dengan masa rawat minimal 14 hingga 21 hari.
Selain itu, sekitar 20 ribu kepala keluarga terdampak Covid-19 di Kota Dumai bakal menerima bantuan senilai Rp500 ribu hingga Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan.
Beberapa waktu lalu Pemerintah Pusat juga sudah menarik anggaran DAK dan Pemotongan DAU Kota Dumai lebih Rp150 M, sehingga banyak kegiatan strategis maupun tidak strategis hilang, namun itu bukan persoalan berarti, karena saat ini lebih fokus dan serius menangani corona. (ant)