PEKANBARU, GORIAU.COM - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir sudah selayaknya memberdayakan sumberdaya transportasi sungai dan laut sebagai salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD). Besarnya potensi penumpang di pelabuhan diperkirakan akan mampu menyumbang PAD sekitar Rp 2 miliar jika rata-rata retribusi Rp 2000 perorang.

Demikian diungkapkan Ketua Pemuda dan Mahasiswa Indragiri Hilir (Ikappamma), Khairul kepada GoRiau.com, Minggu (5/5/2014).

Dikatakan, Inhil bukan hanya identik dengan kopra, tetapi juga punya potensi pelabuhan yang begitu besar. Hanpir setiap desa punya pelabuhan bahkan juga ada beberapa pelabuhan besar di Inhil bagian utara, karena itu, pemerintah sudah saatnya menata pelabuhan sehingga nyaman dan aman dan imbal baliknya, tentu ada pemasukan dari retribusi yang walau tidak besar tapi bisa menghasilkan peluang besar mengingat banyaknya pelabuhan di daerah ini.

''Jika retribusi yang kenakan sekitar Rp 2.000 saja, potensi PAD bisa mencapai Rp 2 sampai 4 miliar,'' tambahnya.

Pada kesempatan itu, Khairul juga mengungkapkan Kabupaten Inhil sebagaimana diketahui adalah salah satu kabupaten yang tua di Riau tapi jika dilihat dari tingkat kesejahteraan masyarakat, boleh dikatakan dibawah rata-rata, hal ini tidak bisa disalahkan kepada kepemimpinan dan instansi terkait.

Sebelumnya, Pemerintah Kab Inhil telah menargetkan realisasi PAD tahun 2014 Rp 82,1 miliar yang berasal dari PAD. Hal ini juga diperkuat dengan APBD Inhil tahun 2014 disahkan sebesar Rp 2 triliun. Dimana belanja tidak langsung berkisar Rp.956 miliar dan belanja langsung sebesar Rp 1,1 triliun besarnya akumulasi yang dilihat ini dari sumber – sumber pendapatan.

''Kalau kita lihat dari target yang dicapai pemerintah Kab Inhil tahun 2014 sekarang cukup baik dibandingkan di tahun-tahun sebelumnya itu juga dengan mendukung dari sistem pajak pembangunan yang dibayar masyarakat,'' tutupnya. (rls)