
TELUKKUANTAN - Helat demokrasi di Kuantan Singingi (Kuansing), Riau telah usai. Dimana, sudah ada pemimpin yang akan menahkodai Kuansing untuk lima tahun mendatang. Dengan demikian, pemimpin yang terpilih harus fokus dalam mensejahterakan masyarakat secara keseluruhan.
Hal ini disampaikan Ketua Pembina Yayasan Imran Centre, Imran, SH, Rabu (24/2/2016) pagi kepada GoRiau.com melalui selulernya.
"Jangan ada dendam politik. Perbedaan pandangan dalam Pilkada itu hal biasa. Sekarang Pilkada sudah berakhir dan segala perbedaan pandangan harus usai," ujar Imran disela-sela kesibukannya mempersiapkan Asian Games 2018 di Palembang.
Imran mengapresiasi pelaksanaan Pilkada Kuansing yang cukup aman dan tentram, menandakan masyarakat kian dewasa dalam berpolitik.
"Kita mengapresiasi aparat keamanan, baik TNI maupun Polri terutama Kapolres Kuansing, Edy Sumardi yang berupaya untuk mewujudkan Kuansing aman, damai dan tentram. Sehingga, apa yang ditakutkan tidak terjadi," ujar putra Pintu Gobang Kari ini.
Kendati berada di Palembang, Imran akan terus intens dalam memperhatikan kehidupan sosial masyarakat Kuansing. Untuk pemimpin baru, ia berharap bisa merangkul semua elemen dan mengelola pemerintahan yang baik.
"Mengelola pemerintahan tidaklah mudah, apalagi otonomi mulai terusik. Tentu butuh semua sumber daya dalam mengembangkan masyarakat," ujar Imran.
Ia juga meminta semua masyarakat agar tidak lagi komentar-komentar negatif di dunia maya yang dapat merusak stabilitas daerah.
"Kita ini satu naungan, sama-sama warga Kuansing. Untuk itu, mari kita hormati keputusan MK. Itulah yang terbaik untuk Kuansing saat ini," imbau Imran.(**/san)