SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - Entah dari mana asal-usul istilah 'ambil uangnya, jangan pilih orangnya'. Istilah tersebut kini begitu populer di kalangan masyarakat. Bahkan siswa-siswa SMA di Kabupaten Siak, Riau sangat akrab dengan istilah ini.

Padahal, dari segi umur mereka baru menginjak atau sudah 17 tahun dan memiliki hak pilih pada 9 April mendatang.

Seperti yang diutarakan Budi, salah seorang siswa SMA di Kecamatan Bunga Raya, Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif mendatang merupakan Pemilu pertama bagi dirinya. Ia beranggapan, dalam pelaksanaan Pemilu yang berkesan adalah masa kampanye. "Sebab, para Caleg pasti turun ke kampung-kampung. Mereka memberikan bantuan ini, itu, sama masyarakat," katanya.

"Tapi, kata orang-orang Caleg itu hanya tahu dengan masyarakat saat kampanye. Setelah duduk, mereka tidak ingin lagi turun ke masyarakat," lanjut Budi kepada GoRiau.com, Kamis (13/2/2014).

Dikatakan Budi, orang-orang banyak memberi saran kepada dirinya untuk mengambil setiap barang yang diberikan para Caleg. Namun, untuk pilihan, Budi akan mengikuti saran orang tuanya. "Banyak orang yang bilang, ambil uangnya, jangan pilih orangnya," tutur Budi.

Hal yang sama juga diungkapkan Leni, seorang siswa di Mempura. Dari cerita-cerita tetangga, Leni tahu tidak semua Caleg yang maju mengutamakan kepentingan masyarakat. Lebih banyak kepentingan pribadi dan kelompok.

"Jadi, saya sepakat ambil pemberian Caleg tersebut, tapi tidak akan pilih dia," kata siswa yang duduk di bangku kelas 12 ini.

Begitu juga dengan Rio, Siswa SMA di Kecamatan Tualang. Ia mengenal istilah 'ambil uangnya, jangan pilih orangnya' dari beberapa tokoh masyarakat. Ia mengaku, awalnya tidak paham apa yang dimaksud dengan istilah tersebut. "Namun, sekarang sudah tahu apa maknanya," katanya.

"Yang jelas, bagi saya ambil saja uangnya dulu. Maslah pilih atau tidaknya belakangan," tutupnya.(san)