
PEKANBARU, GORIAU.COM - Seorang pemilik toko di Pekanbaru, jadi korban perampokan, Rabu (8/7/2015) tengah malam tadi. Korban yang barusaja pulang dari tempat usahanya tiba-tiba dicegat dua pria tak dikenal sambil meneror dengan senjata tajam dan benda yang diduga senjata api. Dalam kejadian ini, tas korban berisi uang Rp35 juta melayang.
Informasi yang dirangkum GoRiau.com di kepolisian, kasus perampokan bersenjata api tersebut terjadi malam tadi, sekitar pukul 23.30 WIB, di jalan Delima, kelurahan Delima Tampan (belakang sate padeh,red). Malam itu korban bernama Nurdin Martina baru pulang dari tempat usahanya.
Saat tiba di depan rumah, ia tiba-tiba dihampiri dua pria tak dikenal yang datang dengan menggunakan sepeda motor jenis Satria FU. Salahseorang dari mereka (yang dibonceng,red) lalu turun sambil mendekati korban dan menodongkan pisau. Pelaku memaksa korban supaya menyerahkan tas yang berisi uang dan surat penting.
Sempat waktu itu Nurdin Martina memberikan perlawanan dan menolak permintaan pelaku ini, hingga akhirnya pelaku yang lain (mengendarai motor,red) turun dan mendekat. Saat itu, pelaku tersebut langsung mengeluarkan benda yang diduga senjata api berwarna silver.
Takut nyawanya terancam, Nurdin akhirnya menyerahkan tas tersebut. Usai itu para pelaku yang sedang diburu polisi ini segera kabur meninggalkan lokasi. "Korban sudah melapor ke polisi untuk pengusutan lebih lanjut. Pengakuan korban, tas ini berisi uang Rp35juta dan surat penting," sebut Kepala Bidang Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo, Kamis (9/7/2015) pagi.
Kuat dugaan, korban sudah dibuntuti setelah pulang dari tempat usahanya. Kini kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pelaku, sesuai ciri-ciri dan keterangan dari pihak korban. "Masih diselidiki. Kita terus menghimbau masyarakat agar waspada dan hindari aktivitas yang dapat memancing pelaku kejahatan untuk melakukan aksinya," tegas Guntur. (had)