
PEKANBARU, GORIAU.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, Kamis (9/7/2015) pagi, masih mendeteksi adanya asap pekat di atas langit Pekanbaru, imbas dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Riau.
Meski titik panas atau hotspot serta titik api atau firespot, tidak begitu dominan pada Kamis pagi, namun pantauan BMKG stasiun Pekanbaru, kabut asap masih menyelimuti Pekanbaru. Akibatnya jarak pandang (visibility) kian menurun.
"Pagi ini visibility Pekanbaru lima kilometer dengan status smoke, Pelalawan dan Rengat lima kilometer dengan status haze, dan Dumai dengan visibility delapan kilometer," sebut Kepala BMKG stasiun Pekanbaru, Sugarin, Kamis pagi.
Akibat pekatnya kabut asap ini juga berimbas pada penurunan kualitas udara. Hasil pantauan terkini, kualitas udara Pekanbaru masuk dalam kategori Tidak Sehat. "Dari alat indeks standar pencemaran udara (ISPU) Stamet Pekanbaru, kualitas Tidak Sehat," sambungnya.
Pagi ini, sambung Sugarin, pantauan satelit Terra dan Aqua mencatat ada lima titik panas di Riau, diantaranya Pelawan dan Siak dengan masing-masing dua titik panas, dan Rohul satu titik panas. "Sedangkan titik api kita pantau ada empat, yaitu Pelalawan dua titik dan Rohul dua titik api," sebutnya.
Secara umum, kondisi cuaca provinsi Riau masih cerah hingga berawan, dengan peluang hujan intensitas ringan terjadi tidak merata pada malam dan dinihari, di wilayah Riau bagian barat, utara dan pesisir timur. "Dengan temperatur maksimal berkisar 32 sampai 34 derajat celcius," tutupnya. (had)