
SELATPANJANG - Pemberian vaksin measles rubella (MR) di Kepulauan Meranti yang sempat tertunda kembali dilanjutkan. Target yang harus mendapat imunisasi MR di Kota Sagu adalah sebanyak 51.443 orang.
Dilanjutkan vaksin MR ini setelah adanya kesepakatan yang dibuat saat rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral, Senin (3/9/2018) lalu. Dimana, semua pihak, legislatif dan eksekutif, serta pihak lain seperti MUI telah sepakat vaksin MR dilanjutkan. Mengingat pentingnya berikhtiar untuk menyelamat generasi bangsa.
Di Kepulauan Meranti, capaian target pemberian vaksin kepada anak usia 9 bulan hingga 15 tahun masih sangat rendah. Hal itu dipicu adanya surat yang dimasukkan MUI Kepulauan Meranti setelah vaksin MR menuai pro dan kontra beberapa waktu lalu.
Diakui Kadiskes Kepulauan Meranti, drg Ruswita, hingga saat ini baru sekitar 4 persen sasaran yang mendapat imunikasi vaksin MR. Sementara penyakit ini sangat mematikan. Ia pun berharap adanya dukungan konkrit dan nyata dari semua pihak agar capaian pemberian vaksin MR sesuai target.
Di tempat terpisah, diakui Kasi Penanggulangan Penyakit Menular (P2M) Diskes Kepulauan Meranti, Fahri SKM, baru sekitar lebih kurang seribu tujuh ratus-an anak usia sekolah yang mendapat vaksin MR. Sementara target secara nasional, hingga September 2018 mencapai angka 95 persen.
Untuk mewujudkan target dengan capaian maksimal, mulai Kamis tanggal 6 September 2018 Diskes Kepulauan Meranti akan melanjutkan pencanangan vaksin MR di Desa Alai Kecamatan Tebingtinggi Barat. Setelah itu, akan dilanjutkan pemberian vaksin kepada seluruh sasaran. Bagi anak-anak sekolah, mereka mendatangi sekolah sedangkan pemberian vaksin MR ke balita melalui Posyandu.
Fahri optimis bisa menyelesaikan pemberian vaksin sampai akhir September 2018. "Target kita, realisasi sampai 95 persen. Dengan pemunduran ini kita agak pesimis. Tapi kita akan terus berusaha. Jika perlu meminta penambahan waktu pelaksanaan MR ini," ujar Fahri.
Sebelumnya, di Kepulauan Meranti telah diberikan vaksin MR sejak tanggal 1 Agustus 2018 pagi. Sasarannya anak-anak sekolah. Namun, siang harinya MUI Kepulauan Meranti memasukkan surat untuk meminta penundaan. Sebab masih dibahas di tingkat nasional kehalalan vaksin tersebut. Pemberian baru dilanjutkan setelah adanya kesepakatan semua pihak terkait melalui Rakor di Kepulauan Meranti beberapa waktu lalu. ***