
JAKARTA, GORIAU.COM - Pemerintah berencana menyuntik modal sebesar Rp 5,1 triliun kepada PT Hutama Karya agar BUMN konstruksi tersebut bisa memercepat pembangunan jalan tol lintas Sumatera.
Hal tersebut terungkap dalam nota keuangan dan Rancangan APBN 2014 seperti dilansir merdeka.com, Ahad (18/8/2013). ''Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk Hutama Karya pada 2014 direncanakan akan dipergunakan untuk melanjutkan pembangunan beberapa ruas tol trans Sumatera yang telah dikerjakan.''
Pemerintah mulai tahun ini memang telah menyuntik modal kepada Hutama Karya sebesar Rp 2 triliun. Suntikan modal dilakukan lantaran pembangunan tol lintas Sumatera secara finansial dinilai kurang layak sehingga sulit menarik minat investor.
Meskipun jalan tol sepanjang 2.700 kilometer itu memiliki kelayakan ekonomi lantaran menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi Sumatera. Rencananya, jalan tol itu akan melewati sembilan dari sebelas pusat ekonomi Sumatera, di antaranya, Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Jambi. Kemudian, Palembang, Batam, Padang, Bandar Lampung, dan Bengkulu.
Sekedar mengingatkan, pemerintah meminta Hutama Karya untuk melepas lini usahanya agar bisa masuk menggarap proyek tol lintas Sumatera. Selain itu, Hutama Karya diwajibkan untuk menyerahkan rencana bisnisnya paling lambat sebulan setelah Perpres penugasannya untuk menggarap proyek tol lintas Sumatera keluar.
Rencananya, tol lintas Sumatera akan dibangun dalam 23 ruas dengan perkiraan nilai investasi mencapai Rp129,603 triliun. Untuk tahap awal, pemerintah mengutamakan pembangunan 4 ruas tol terlebih dulu.
Yakni, ruas Medan-Binjai sepanjang 16,8 kilometer senilai Rp 2 triliun, Pekanbaru-Dumai (135 km/Rp 14,7 triliun). Ruas Indralaya-Palembang (22 km/Rp 1 triliun) dan Bakauheni-Terbanggi Besar (150 km/ Rp 13,8 triliun).
Berikut 23 ruas tol lintas Sumatera berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum.
1. Bakaheuni-Terbanggi Besar (150 km).
2. Terbanggi Besar-Pematang Panggang (100 km).
3. Pematang-Indralaya (108 km).
4. Indralaya-Palembang (22 km).
5. Indralaya-Jambi (242 km).
6. Jambi-Rengat (190 km).
7. Rengat-Pekanbaru (178 km).
8. Pekanbaru-Dumai (135 km).
9. Dumai-Rantau Rapat (175 km).
10. Rantau Rapat-Kisaran (118 km).
11. Kisaran-Tebing Tinggi (60 km).
12. Tebing Tinggi-Medan (62,4 km).
13. Medan-Binjai (16,8 km).
14. Binjai-Langsa (110 km).
15. Langsa-Lhoksumawe (135 km).
16. Lhoksumawe-Sigli (135 km).
17. Sigli-Banda Aceh (80 km).
Lintas penghubung :
1. Palembang-Muara Enim (110 km).
2. Muara Enim-Lahat-Lubuk Linggau (100 km).
3. Lubuk Linggau-Curup-Bengkulu (93 km).
4. Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh-Bukit Tinggi (187 km).
5. Bukit Tinggi-Padang Panjang-Lubuk Alung-Padang (55 km).
6. Tebing Tinggi-P.Siantar-Prapat-Tarutung-Sibolga (175 km). ***