PEKANBARU, GORIAU.COM - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero kembali memperpanjang masa pemadaman listrik bergilir di Riau hingga 18 April mendatang. Pemadaman listrik yang sudah berlaku sejak awal Maret itu terkait hilangnya pasokan listrik sistem interkoneksi Sumatra 2x100 megawatt (mw) dari PLTU Ombilin, Sumatra Barat.


”Sebetulnya kemarin Ombilin sudah memberi kabar bahwa 7 April sudah bisa pulih. Tapi hingga kini belum juga ada kabar dari mereka. Jadi pemadaman listrik akan berlanjut hingga 18 April mendatang,” kata Manager SDM, Komunikasi, Hukum dan Administrasi PT PLN wilayah Riau dan Kepulauan Riau (Kepri) Suhatman kepada Media Indonesia di Pekanbaru, Senin (8/4/2013).


Menurut Suhatman, pihaknya akan kembali mengumumkan perpanjangan pemadaman listrik bergilir tersebut ke masyarakat Riau lewat media massa.


Pemadaman listrik akan diberlakukan setiap hari pada saat beban puncak sekitar pukul 18.00 hingga 22.00 WIB. Selama satu bulan berakhir, PT PLN telah memberlakukan pemadaman bergilir selama kurang lebih 2-4 jam sehari.


”Beban puncak di Riau Kepri saat ini mencapai 450 megawatt. Riau hanya mendapat porsi pembagian dari sistem interkoneksi sebanyak 40 megawatt,” jelasnya.


Namun, lanjut Suhatman, akibat kehilangan atau loss daya dari sistem di PLTU Ombilin sebesar 2x100 mw, porsi pembagian pasokan listrik ke Riau otomatis terputus. ”Kami berharap masyarakat bisa bersabar. Kami mengimbau masyarakat Riau dapat menghemat pemakaian listrik minimal 10 watt saja sehari,” ujarnya.


Suhatman menambahkan rasio elektrifikasi di Riau terus tumbuh. Saat ini rasio elektrifikasi Riau sudah mencapai 60% atau sesuai dengan rata-rata nasional. Untuk Kota Pekanbaru rasio elektrifikasi sudah jauh lebih baik atau mencapai 100 persen.


”Pertumbuhan Kota Pekanbaru sangat pesat dibandingkan kota-kota lain di Sumatra. Sebab itulah, tuntutan terhadap pertumbuhan itu harus diimbangi juga oleh PLN dengan ketersediaan listrik,” ungkapnya.


Masyarakat Kota Pekanbaru terus mengeluhkan pemadaman listrik yang diberlakukan PLN selama satu bulan terakhir. Apalagi pemadaman listrik dilakukan diluar dari jadwal resmi yang diumumkan.


”Minggu (7/4) siang listrik dipadamkan selama empat jam. Sebelumnya Sabtu malam juga dipadamkan tiga jam. Kami tak mengerti maunya PLN,” ujar Ari, seorang warga Sukajadi Pekanbaru.


Hal serupa juga disampaikan Ewa, pengusaha advertising di Jalan Nenas Pekanbaru. Dia mengeluhkan dampak pemadaman listrik yang sudah merugikan usahanya.


Padahal, usaha yang dijalankan dengan mengandalkan mesin percetakan itu sangat bergantung terhadap pasokan listrik. ”Kami tak masalah tarif listrik dinaikkan, tapi jangan dimatikan seenaknya setiap hari,” ungkapnya. (mtv)