
TELUKKUANTAN - Kepolisian Resor Kuantan Singingi (Kuansing), Riau telah menangkap Is (33), tahanan yang kabur dari ruangan isolasi RS Bhayangkara Pekanbaru, Senin (16/5/2016) sore. Ia diketahui kabur sejak Sabtu (14/5/2016) subuh, sekitar pukul 04.30 Wib.
Menurut informasi yang dirangkum GoRiau.com, saat berada di ruangan isolasi, tangan dan kaki Is diborgol yang diikatkan pada tempat tidur. Sementara, ruangan terali dikunci di bagian atasnya.
Karena sudah biasa dengan borgol, hal itu bukan perkara sulit bagi Is. Dengan satu tangan yang masih bebas dan Ia diduga memiliki keahlian khusus dalam membuka borgol, membuatnya lolos. Bahkan, Ia bisa melewati terali yang terkunci.
Setelah diketahui Ia kabur, Kapolres Kuansing AKBP Edy Sumardi P, SIk langsung memerintahkan Kasat Reskrim untuk membentuk tim khusus. Dimana, tim tersebut dibagi tiga dan bergerak menggunakan tiga mobil.
Sebelum bergerak, petugas sudah mengintrogasi istrinya Is. Dari situ, polisi mencium keberadaan Is di Pelalawan. Tepat pukul 17.00 Wib, tim langsung bergerak cepat.
Sekitar pukul 05.30 Wib pada Minggu (15/5/2016), salahsatu tim sudah sampai di Tembilahan, Indragiri Hilir (Inhil). Sebab, polisi mencium arah pelarian pelaku ke sana.
Dari pengembangan, ternyata Is memiliki istri muda di Tembilahan. Kepada istrinya tersebut, Ia meminta bantuan agar mencarikan seorang dokter untuk operasi pengangkatan peluru senapan angin di dada kirinya. Bahkan, mereka sudah sampai ke Keritang. Mengetahui polisi datang, keduanya kabur.
Kemudian, polisi membujuk mertuanya agar Is menyerahkan diri. Namun, yang pulang hanya sang istri. Sementara Is kembali menghilang. Setelah dibujuk, akhirnya sang istri bersedia membantu untuk menangkap pelaku.
Beberapa kali Is mencoba mengelabuhi polisi. Namun, usaha tersebut tetap sia-sia. Sebab, polisi telah melakukan koordinasi sampai ke tingkat Polsek.
Pada Senin (16/5/2016), polisi mencium keberadaan pelaku di wilayah Inhu. Beberapa jam kemudian, polisi sempat kehilangan jejak. Pengembangan terus dilakukan, hingga bandit ini menghubungi temannya. Ia meminta uang sebanyak Rp500 ribu.
Awalnya, pelaku sempat membatalkan permintaan tersebut, karena Ia menduga temannya sudah bersama polisi. Namun, polisi kembali memancing pelaku dan berhasil keluar dan ditangkap.
Saat ditangkap polisi, kondisi Is menggunakan topi Hitam dan membawa ransel. Ia juga mengenakan celana training lapis dua, panjang dan pendek. Kemudian, polisi langsung mengamankan Hp-nya.
Penangkapan ini dibenarkan oleh Kapolres Kuansing, AKBP Edy Sumardi P, SIk. Menurutnya, Is bukanlah pelaku kejahatan biasa, sebab Ia sudah berkali-kali masuk penjara.
"Ia merupakan residivis Curanmor. Selain itu, aksinya mencuri sawit juga sudah sering dan meresahkan masyarakat," ujar Edy.
Saat ini, Is sudah berada di Mapolres Kuansing untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.***