PEKANBARU, GORIAU.COM - Penjabat Gubernur Riau (Pj Gubri), Djohermansyah Djohan, mengatakan, prosesi pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau tetap menonjolkan nuansa melayu sebagai budaya Bumi Lancang Kuning. Pelantikan sendiri direncanakan pada 19 Februari 2014, di GOR Remaja, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Riau.

Hal ini juga sekaligus menampung masukan-masukan dari jajaran pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau saat silatuahmi Pj Gubri ke LAM Riau, Sabtu (8/2/2014).

Dalam pertemuan tersebut, mulai dari Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat LAM Riau, H Tenas Effendy, Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAM Riau, Al-Azhar beserta jajaran pengurus agar prosesi pelantikan Annas-Andi nantinya tetap menonjolkan konsep melayu.

"Kita sudah berkoordinasi dengan panitia pelaksana pelantikan, memang konsep melayu tidak akan dilepaskan dari prosesi pelantikan nantinya. Karena ini momen bersejarah masyarakat Riau," kata Pj Gubri.

Pelantikan sendiri direncanakan pada 19 Februari 2014. Wacana tersebut berdasarkan usulan yang diterima Pj Gubri dari Mendagri, Gamawan Fauzi beberapa waktu lalu di Jakarta. Karena diperkirakan pekan depan, semua syarat administrasi pelantikan selesai.

"Pekan depan Keppres mudah-mudahan selesai, dan pelantikan bisa digelar pada pekan berikutnya," tutur Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri ini.(***)