
TELUK KUANTAN, GORIAU.COM - Beberapa pelamar Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) meragukan hasil dari proses seleksi yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kuantan Singingi. Mereka menilai proses penjaringan semata-mata hanya formalitas saja, sebab orang-orang yang akan bertugas pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Desember mendatang sudah ditentukan.
Seperti yang disampaikan salah seorang sumber GoRiau.com yang tak ingin disebutkan namanya, Kamis (7/5/2016). Ia merupakan salah seorang pelamar PPK yang telah usai menjalani tes wawancara.
"Beberapa kawan saya dipanggil oleh camat, sementara saya tidak. Dari pengakuan mereka, mereka diminta untuk berpihak ke salah satu pasangan. Ternyata, kondisi ini juga terjadi pada kawan-kawan di kecamatan lainnya," terang sumber tersebut.
Menanggapi hal ini, Komisioner KPUD Kuansing yang membidangi Organisasi, Syafriadi, SH.I memastikan proses penjaringan ini dilakukan secara objektif dan tanpa ada intervensi dari siapapun.
"Dari awal, proses seleksi ini sangat transparan. Mulai dari seleksi administrasi, sampai ke tes wawancara," ujar Syafriadi. Ia menyangkal adanya calon-calon PPK 'titipan' yang datang dari pihak-pihak tertentu.
"Sangat objektif kita dalam melakukan seleksi ini. Mereka yang akan kita lantik, berarti dia mampu untuk melaksanakan tugas," lanjut Syafriadi. Syafriadi mengaku mendengar selentingan isu-isu tak sedap tersebut, apalagi dalam tes wawancara.
"Tes wawancara ini sangat penting guna mengetahui pengetahuan kepemiluan calon, kerjasama dalam tim, penguasaan wilayah dan beberapa hal lainnya," tegas Syafriadi.
Ia menyatakan, semua pelamar memiliki kesempatan yang sama untuk duduk sebagai PPK. "Kita tak menilai, pelamar tersebut sudah pernah menjadi PPK. Justru, dia yang menjadi bahan evaluasi kita," pungkas Syafriadi.(fer)