PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Untuk mencapai kemandirian daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN), maka penguatan sistem Inovasi Daerah (SIDa) yang merupakan salah satu cara pendekatan pembangunan yang telah digariskan dalam Undang-undang No 17 tahun 2007. Hal ini sangatlah diperlukan.
"Terlebih dengan terbitnya peraturan bersama Menristek dan Permendagri No 3 tahun 2012 dan No 36 tahun 2012 tentang penguatan SIDa, maka lebih menegaskan lagi betapa pentingnya penguatan SIDa dilakukan didaerah," kata Bupati Pelalawan HM Harris dalam sambutan dan penghargaannya yang dibacakan oleh Wakil Bupati (Wabup) Pelalawan Drs H Marwan Ibrahim pada pelaksanaan pengukuhan dan pembekalan Tim Koordinasi penguatan sistem Inovasi Daerah (SIDa) Kabupaten Pelalawan, Kamis (2/5), di Aula Kantor Bappeda Pelalawan.
Turut hadir dalam pelaksanaan kegiatan tersebut Wakil Ketua I DPRD Pelalawan H Kasyadi, Deputi Kepala BPPT Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi Dr Tatang A Taufik, Asisten Deputi Jaringan Iptek Pusat - Daerah kementerian Ristek selaku Sekretaris Tim koordinasi Nasiaoan Penguatan SIDa Dr Hotmatua Daulay, Staf Ahli BPPT Didi Petet, Kawi Budisetyo dan Prof Yusmar Yusuf serta para peserta dan para undangan lainnya.
Marwan mengungkapkan, bahwa salah satu elemen penting untuk berkembangnya sisten inovasi didaerah adalah dibentuknya Tim koordinasi penguatan SIDa. Hal ini mengacu pada peraturan bersama Menristek dan Mendagri, bahwa tim koordinasi memiliki peran strategis dalam menggerakkan sistem inovasi didaerah dalam rangka meningkatkan daya saing daerah.
"Dan dalam peningkatan daya saing daerah, maka langkah terobosan melalui kapasitas yang tingga sangat perlu dilakukan. Sedangkan peningkatan daya saing daerah dan kapasitas inovatif diperlukan suatu agenda strategis yang harus dilaksanakan dengan komitmen yang tinggi dengan melibatkan semua pihak terkait. Oleh katrena itu, keberhasilan SIDa sangat ditentukan dengan adanya kolaborasi antar lembaga terkait termasuk unsur ABG (Akademisi, Bussinessmen dan Government) yang merupakan komponen penting sebagai unsur penggerak SIDa, sehingga dapat memberikan manfaat yang besar bagi pembangunan dikabupaten Pelalawan," terang Wabup.
Diungkapkannya, salah satu icon pembangunan kabupaten Pelalawan berbasis Iptek adalah dibangunnya Teknopolitan Pelalawan, yakni sebuah kawasan yang merupakan perpaduan antara elemen pendidikan, litbang Iptek, industri, Budaya dan konservasi lingkungan. Sedangkan pembangunan Teknopolitan Pelalawan merupakan amanat dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) kabupaten Pelalawan tahun 2011 - 2016 yang juga merupakan implementasi dari Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
"RPJMD Pelalawan ini menggariskan suatu target terbangunya perguruan tinggi yang menyediakan tenaga kerja terampil, siap pakai dan siap berusaha serta menjadi pusat riset Iptek. Dan juga perlunya dipersiapkan pusat ekonomi unggulan daerah serta berkembangnya industri, juga pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan."
"Kemudian kerjasama antara Pemkab Pelalawan dengan BPPT sejak tahun 2011 silam, maka menjadi dukungan penting bagi keberhasilan pembangunan berbasis Iptek didaerah ini melalui pendampingan bagi penguatan SIDa didaerah ini," ujarnya.(ilm)