
JAKARTA, GORIAU.COM - Menjelang digelarnya kongres PDIP, wacana posisi Wakil Ketua Umum kembali mencuat ke permukaan. Nama Puan Maharani disebut-sebut calon kuat menduduki posisi tersebut disamping nama lain seperti Pramono Anung dan Tjahjo Kumolo. Namun disebutnya Puan, diiringi kritikan karena putri Megawati Soekarnoputri itu sedang menjabat sebagai menteri koordinator di kabinet kerja Jokowi-Jusuf Kalla.
Tapi, menurut Marsiaman Saragih, Puan tak masalah bila kemudian ditunjuk sebagai Wakil Ketua Umum PDIP. Bahkan menurut Mariaman lagi, Puan tak perlu mundur dari jabatannya sebagai menteri. Ia yakin, rangkap jabatan tak akan mengganggu tugas Puan di kabinet.
''Enggak masalah, kita dukung saja," kata Marsiaman di Jakarta, Kamis 2 April 2015.
Mengenai sikap PDIP Riau sendiri terhadap pencalonan Mega sebagai ketua umum, kata Mariaman semua sudah selesai saat Rakornas kemarin. Semua kader PDIP, tak terkecuali di Riau mendukung penuh Megawati memimpin kembali PDIP. " Ya kalau sekarang ada survei yang katanya trah Soekarno tak layak memimpin PDIP, biarkan saja. Kita semua tak terpengaruh. Itu tandanya ada yang merhatikan kita. Daripada enggak yang merhatikan, itu justru tak enak," katanya.
Prinsipnya, kata Marsiaman, semua kader banteng sudah bulat menginginkan Megawati kembali memimpin PDIP. Mega masih sangat dibutuhkan dalam menjaga soliditas dan ruh ideologi partai. Menurut Marsiaman itu yang tak dipahami orang-orang di luar PDIP. Kata dia, PDIP punya karakteristik sendiri. Mega adalah perekat, penjaga marwah partai. "Semua bulat, dan solid dukung Ibu Mega," kata anggota DPR RI asal daerah pemilihan provinsi Riau tersebut.(pri)