
PEKANBARU - Aksi bersih-bersih terhadap peredaran narkotika di Lapas dan Rutan Pekanbaru, Riau, Senin (7/3/2016) subuh tadi membuahkan hasil mengejutkan, dimana 92 orang warga binaan dinyatakan positif menggunakan narkoba.
Terkait itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Hermansyah memastikan bakal mendalami terkait darimana barang haram ini bisa beredar di dalam penjara yang ketat penjagaannya, sekaligus siapa dalang alias pemasoknya, termasuk pihak-pihak yang terlibat.
"Tentu, kita akan lakukan penyelidikan. Mereka akan kita mintai keterangannya," jawab Kombes Hermansyah kepada GoRiau.com, usai razia digelar. "Jadi mapping kita terbukti, bahwa di Lapas masih banyak peredaran narkotika," sambungnya.
Sementara itu, Kakanwil Kemenkumham Riau, Ferdinand Siagian mengungkapkan, pihaknya memang cukup kesulitan dalam mengawasi ribuan warga binaan. "Anggota kita terbatas, ini sangat sulit memantau mereka," jawab Ferdinand menanggapi.
Pada razia yang dimulai subuh tadi, tim gabungan dari BNN Riau, Polresta Pekanbaru, Brimobda dan Dit Narkoba Polda Riau juga meniyta berbagai benda tak lazim di dalam Lapas, diantaranya pisau, gunting yang dimodifikasi, obeng, charger, puluhan handphone dan lainnya. Semuanya ditemukan di Lapas Klas II A.
Sedangkan di Lapas Klas II B (Lapas wanita dan anak), semua warga binaannya negatif narkoba, begitu juga saat razia di Rutan Sialang Bungkuk, Kulim. "Ada 57 orang kita tes urine (di Rutan, red) hasilnya negatif," urai Kabid Pemberantasan dan Penindakan BNN Riau, AKBP Haldun. ***