
DUMAI, GORIAU.COM - Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai H Marjoko Santoso menyebutkan tingkat paritisipasi kaum ibu terhadap pemeriksaan kesehatan balitanya masih sangat rendah, sehingga sekitar 15 persen balita di Dumai belum terakses pemeriksaan kesehatannya.
"Ini terkait masih rendahnya tingkat partisipasi kaum Ibu dalam memeriksakan kesehatan buah hatinya dan berharap peran aktif orangtua untuk memperhatikan kualitas asupan gizi anak." ujar kadinkes Dumai, Marjoko Sanjoso kepada GoRiau.com Minggu (12/1/2014).
Disebutkan Marjoko, pemantauan kesehatan balita sangatlah membutuhkan perhatian serius para orangtua dengan intensif membawa anak ke Posyandu setiap bulan untuk diberikan pelayanan, pengawasan dan perhatian ekstra kesehatan.
"Saya mengajak para kaum ibu untuk memeriksakan balita buah hatinya ke pusat pelayanan kesehatan masyarakat (Puskesmas) dan pos pelayanan terpadu (Posyandu) agar terpenuhi kebutuhan gizi para balita." harapnya.
Marjoko menambahkan, hasil survey yang dilakukan berdasarkan hasil cakupan penimbangan di seluruh Posyandu yang ada, tingkat kesadaran dan partisipasi masyarakat orang tua membawa anak ke Posyandu masih rendah, yakni berkisar 85 persen.
"Oleh sebab itu kita terus berupaya memberikan pelayanan, pengawasan dan perhatian ekstra bagi seluruh balita melalui kegiatan pekan survei gizi bertujuan mengetahui gizi balita secara keseluruhan sehingga dapat dilakukan intervensi segera." sebutnya.(egy)