
DUMAI, GORIAU.COM - Digantinya kepala sekolah (Kepsek) Sekolah Menengan Atas Negeri (SMAN) 2 Dumai Evy Suryani yang dinilai oleh para siswa akibat difitnah ternyata menemui titik terang. Marlis salah seorang guru mengajar di SMAN 2 Dumai menceritakan kepada para siswa bahwa Kepsek melakukan penghinaan terhadap suku kepada sejumlah guru yang beragama Kristiani dan bersuku Minang.
Sabtu (11/1/2014) pasca terjadinya unjuk rasa oleh ribuan siswa dan siswi SMAN 2 Dumai ke kantor Dinas Pendidikan pada Jumat (10/1/2014) kemarin, seperti biasa para siswa kembali beraktifitas mengikuti proses belajar mengajar. namun sebagian besar siswa kelas III enggan masuk kelas akibat kecewa dengan keputusan pihak Disdik yang tetap mengganti Kepsek SMAN 2 Evy Suryani.
Melihat kondisi tersebut, Marlis salah seorang guru mengungkapkan kepada para siswa kronologi awal mula perseteruan antar guru yang dikabarkan melapor ke Disdik Dumai untuk mengganti Kepsek Evy Suryani.
"Kami semua mendesak agar guru menceritakan permasalahan yang terjadi di sekolah, dan akhirnya Bu Marlis menceritakan semuanya bahwa asal mula dikarenakan Bu Evy menghina salah seorang guru yang beragama Kristiani," ujar siswa yang enggan disebutkan namanya kepada GoRiau.com Sabtu (11/1/2014) kemarin.
Dikisahkan siswa tersebut, Marlis menceritakan pada siswa SMAN 2 Dumai bahwa persoalah itu juga kembali terulang tepatnya pada 5 Desember 2013 saat adanya rapat antara guru dan kepala sekolah Evy Suryani yang notabene bersuku Melayu melontar kan perkataan yang menyinggung RAS."Miko ini orang minang hidup ditanah Melayu miko belum pantas berkuasa di bumi melayu ni" seperti itu bukti rekaman yang diputarkan buk marlis kepada siswa," ujar siswa menirukan rekaman yang diputarkan Marlis.
Marlis memperlihatkan bukti rekaman ucapan Kepsek kepada ratusan siswa dan siswi di SMAN 2 Dumai. Atas dasar permasalahan tersebut para guru berinisiatif memperkarakan perlakuan dan ucapan Evy Suryani kepada pihak Diknas Dumai dimana akhirnya berujung kepada lengsernya Kepsek Evy Suryani.
"Kami serahkan saja permasalahan ini kepada yang berhak, seperti Disdik, kami juga awalnya tidak percaya setelah didengarkan rekaman ucapan buk Evy saat menghina suku itu akhirnya kami bisa terima alasannya dan kami tetap belajar seperti biasanya," tandas murid tadi.
Sebelumnya diberitakan, Jumat (10/1/2014) sejak pagi hari, ribuan siswa dan siswi SMAN 2 Dumai menggelar unjuk rasa menolak dipindahkannya Kepsek Evy Suryani, karena kepindahan Kepsek berdasarkan fitnah yang dibuat oleh sejumlah guru yang tidak suka kepadanya.
Sempat dimediasi oleh pihak Disdik, dimana pihak Dinas meminta murid untuk tetap mengikuti aktifitas belajar mengajar hingga masalah tersebut diselesaikan oleh pihak Disdik sendiri. (egy)