
PEKANBARU, GORIAU.COM - Melihat antusias masyarakat yang menyaksikan pertandingan PSPS menjamu Semen Padang FC, Sabtu (25/1/2014), di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Pekanbaru, Riau, bisa dikalkulasikan 20 dari 40 ribu tiket yang disediakan seharusnya laku terjual.
Namun setelah dihitung-hitung, tidak sampai 10 persen dari total tiket yang dicetak habis terjual. Hal ini cukup mengecewakan pihak manajemen PSPS yang sudah berusaha menyediakan tontonan yang menarik untuk masyarakat.
"Kami sudah tidak sabar melihat masyarakat menyaksikan tim kebanggaannya, namun untuk langkah awal rencana pengadaan tiket, kami kecewa. Seharusnya jumlah penonton yang hadir akan menghabiskan 50 persen tiket, namun usai pertandingan, ternyata tidak lebih dari 10 persen," kata Manajer PSPS Pekanbaru, Deni Septiadi kepada GoRiau.com, Minggu (26/1/2014).
Dilanjutkan Deni, pertandingan kemarin merupakan keseriusan manajemen yang baru untuk menukangi PSPS menjalani Divisi Utama dengan target satu tahun naik ke Indonesia Super League (ISL). "Namun sayang, masih ada beberapa elemen yang memanfaatkan kedekatan dengan panitia untuk menonton gratis," pungkas Deni.
Karena dijelaskannya, jika hal ini terus berlangsung, cukup membuat manajemen kewalahan. Minimal dengan partisipasi seluruh penonton yang membeli tiket bisa memberikan harapan bagi tim untuk menutupi sedikit kebutuhan saat berlangsungnya laga tandang.
"Kita juga tidak akan terlalu bergantung pada hasil tiket pertandingan, namun kita juga berharap partisipasi masyarakat. Meski kelompok suporter sudah menerapkan sistem wajib tiket ini, namun masih ada beberapa lapisan yang tidak mengindahkan itu," tandas Deni.(tri)