
SELATPANJANG - Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi didampingi Kabag Ops AKP Antoni L Gaol SH MH dan Kapolsek Tebingtinggi Barat Ipda Asril datang dan bersilaturrahmi ke Kantor PWI Jalan Dorak Selatpanjang, Riau, Sabtu (23/1/2015). Kedatangan perwira Polri ini untuk menyelesaikan masalah antara Ipda Asril dengan sejumlah wartawan Kota Sagu.
Sekitar pukul 10.45 WIB, satu unit mobil berhenti di depan Kantor PWI Kepulauan Meranti. Dengan senyum ramah khas seorang Abang Jakarta, Pandra menghampiri sejumlah wartawan yang memang sudah menunggu kedatangannya.
"Assalamu'alaikum," ucap Pandra dengan ramah.
"Waalaikumsalam, silahkan masuk Ndan (panggilan Komandan, red)," kata sejumlah wartawan itu.
Setelah duduk bersama-sama dalam kantor, Pandra mulai angkat bicara.
"Besar juga kantornya, sama dengan rumah kapolres nih," kata mantan Abang Jakarta tahun 1991 itu.
"Besar pula angka (sewa, red) pertahunnya," ucap Sawal, penasehat PWI Kepulauan Meranti sambil bercanda.
Semuanya terlihat tertawa, suasana hangat dan harmonis pun seketika tercipta.
Laki-laki berpangkat AKBP itu sebenarnya bukan kali pertama datang ke Kantor PWI Kepulauan Meranti. Bahkan sewaktu PWI berkantor di salah satu ruko ukuran 4 x 5 meter (depan kantor Bupati Meranti) Pandra dan sejumlah personil telah datang dan bersilaturrahmi.
Begitu juga Kabag Ops AKP Antoni L Gaol, juga telah berkali-kali ke Kantor PWI Meranti, (waktu itu beliau masih menjabat Kasat Reskrim). Selain datang dengan uniform resmi, Antoni juga pernah datang dan berhenti di depan kantor PWI sekedar untuk bersembang-sembang di masa senggang. (Sore hari saat Ia berolahraga sepeda, red).
Pernah pula datang ke PWI Meranti dari Propam Polres Meranti Okta, Kapolsek Tebingtinggi Ade Rukmayadi, dan Kasat Sabhara Yan Fajar.
Alhamdulillah, hubungan yang ditunjukkan kedua perwira itu juga terjalin dengan perwira-perwira maupun personil yang lain. Hubungan baik pun terus berlangsung dan diharapkan semakin akrab.
Belakangan, hubungan antara beberapa wartawan dengan personil polisi (Kapolsek Tebingtinggi Barat Ipda Asril, red) agak sedikit merenggang. Hal ini pula, membuat kedua belah pihak merasa kurang nyaman dalam menjalankan tugas masing-masing.
Guna menyelesaikan masalah yang terjadi, belasan wartawan (waktu itu pengurus PWI Meranti dan anggota, red) datang menghadap Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Pandra. Wartawan meminta pandangan mantan ajudan Kapolri Sutanto ini untuk menyikapi permasalahan tersebut.
Setelah mengobrol panjang, Jumat (22/1/2016) pagi, belasan wartawan pulang. Sementara Pandra berjanji akan secepatnya mencari jalan penyelesaian permasalahan Ipda Asril dengan sejumlah wartawan.
Benar saja, Sabtu (23/1/2016) pagi sekitar pukul 10.00 WIB, Kapolres menghubungi Sekretaris PWI Safrizal SIKom. Waktu itu Pandra mengatakan akan ke PWI untuk menyelesaikan apa yang selama ini mengganjal di hati masing-masing.
"Pokoknya paling lama pukul 11.00 WIB, saya sudah sampai di sana," kata Pandra melalui sambungan teleponnya.
Setelah semuanya berkumpul di PWI Meranti, Pandra mulai angkat bicara. Kata Pandra, adapun niat kedatangan mereka pagi itu adalah untuk mencairkan apa yang selama ini mengganjal baik pada hati Ipda Asril maupun wartawan.
Disampaikan Pandra juga, masing-masing harusnya saling intropeksi diri. Meski hidup di tanah jantan, namun bukan berarti harus menunjukkan ego (kejantanan, red), melainkan harus saling mengasihi sebagai makhluk beragama.
"Jangan menunjukkan siapa saya. Kita umat beragama, sebagaimana manusia mari saling intropeksi diri. Yang bisa menilai kita benar atau salah adalah orang lain. Kita selesaikan masalah ini dan nilainya jadi pembelajaran bagi kita semua kedepannya," ujar Pandra pagi itu.
"Hal-hal lain, selesai kegiatan hari ini harus pula selesai. Jangan ada lagi pihak yang merasa jengkel. Semoga Allah senantiasa memberkahi kita semua. Kalau hati plong, kita semua pasti akan merasa puas dan nyaman dalam bertugas," ucap Pandra.
Sementara Ipda Asril, yang waktu itu mendapat kesempatan berbicara, menyampaikan permintaan maaf andai ada sikapnya yang dinilai kurang pantas. Kedepannya, Ia berharap agar semuanya tidak saling menyalahkan. Namun, harus saling mengingatkan satu sama lain.
"Saya telah menerima arahan dan nasihat dari pimpinan sehubungan dengan masalah selama ini. Agar tidak memperpanjang, intinya kalau ada yang kurang pantas saya pribadi memohon maaf. Kedepan mari sama-sama tidak menyalahkan satu dengan yang lain. Mari bekerjasama dan intropeksi, kalaupun saya salah, rekan-rekan bisa meminta keterangan dan menghubungi langsung ke saya," ucap Asril.
Ketua PWI Meranti, Ahmad Yuliar SIKom, menyampaikan saat bekerja membuat berita, wartawan memang sudah harus siap atas dampak yang akan muncul. Dampak-dampak yang akan muncul dari sebuah pemberitaan biasanya lebih ke hal negatif, dan itu konsekuensi yang harus diterima insan pers.
"Kalau berita yang kita tulis membuat orang senang, siap-siap untuk tidak diucapkan terima kasih. Sebaliknya, jika ada pemberitaan sedikit menyakiti atau membuat narasumber tersinggung, ya siap-siap pula menerima dampak buruknya," ucap Ahmad Yuliar yang mengaku sudah sering mengalami hal itu.
Menanggapi upaya penyelesaian masalah antara Ipda Asril dengan sejumlah wartawan yang ditunjukkan Kapolres Meranti dengan datang langsung ke PWI, Ahmad Yuliar mengucapkan banyak terima kasih dan apresiasi yang sangat tinggi. Ia pun berharap kedepannya hubungan kembali dan semakin membaik.
"Kedatangan ini kami ucapkan apresiasi. Kedepan agar ditingkatkan lagi koordinasi, dan sama-sama kita harapkan akan lebih baik," ucap Ahmad Yuliar.
Sebagai penutup pembicaraan pagi itu, penasehat PWI Meranti Sawal pun menyampaikan beberapa pesan. Kata Sawal, masalah yang telah terjadi biarlah berlalu, Ia berharap semuanya bisa membuang yang keruh dan mengambil semua yang jernih.
"Mari kita kembali menjalinkan hubungan dan kerjasama yang baik, hendaknya itu jangan berkurang tapi kedepannya menambah kemesraan," kata Sawal.
"Kita juga berharap pihak kepolisian mau memberikan bimbingan andai memang ada adik-adik kami (wartawan, red) di lapangan tidak mengena di hati narasumber (pihak kepolisian, red), yang namanya manusia itu memang tidak terlepas dari kesilapan," harapnya.
Usai pertemuan itu, dilanjutkan dengan doa dan foto bersama.
Sepulangnya perwira polisi ini dari PWI, beberapa wartawan merasa senang dengan sikap kapolres. Menurut wartawan, kehangatan hubungan yang diciptakan Pandra, ditambahkan dengan cepat tanggapnya terhadap suatu masalah, itu hendaknya diikuti oleh pihak-pihak lain.
"Upaya penyelesaian masalah seperti itu memang sangat baik. Masalah kecil kalau dibiarkan berlarut-larut akan menjadi besar. Kita apresiasi memang kinerja Pak Pandra," ucap beberapa wartawan kala itu. ***