
DURI, GORIAU.COM - Senin (19/10/2015) pagi, kabut asap kembali Kota Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Hari ini sesuai Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) milik PT Chevron Pasifik Indonesia (CPI) di Duri, berada di indeks 459 Psi. Untuk indeks 459 Psi, pencemaran udara di Kota Duri sangat berbahaya. Selian itu udara juga beracun dan berbahaya jika dihirup oleh masyarakat, terutama bayi dan anak-anak.
"Menurut laporan dari Chevron pukul 06.30 WIB sampai 07.00 WIB, Duri Field 349 Psi, Duri Camp 459 Psi, Libo 229 Psi dan Bangko 297 Psi. Kita ingatkan masyarakat untuk menggunakan masker saat keluar rumah. Bagi bayi dan anak-anak, diingatkan tidak keluar dari rumah, demi kesehatan," ungkap Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bengkalis, Arman AA, kepada GoRiau.com, Senin (19/10/2015).
Berdasarkan laporan yang diterima BLH Kabupaten Bengkalis, lanjut Arman, pada Hari Minggu (18/10/2015) terpantau 6 titik api di Kabupaten Bengkalisz, Provinsi Riau. Namun saat ini hanya tinggal 1 titik api, yang berada di Desa Sungai Linau, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis.
"Luas lahan yang terbakar kita belum mendapatkan informasi. Tapi jarak antara lokasi lahan yang terbakar dengan embung yang dibangun Pemkab Bengkalis, sejauh 5 kilometer. Akses dari jalan sejauh 10 kilometer, dengan menggunakan kendaraan 5 kilometer dan dilanjutkan dengan jalan kaki sejauh 5 kilometer. Sehingga kesulitan dalam pemadaman api," ujar Arman.
Sesuai informasi yang dirangkum dari BLH Kabupaten Bengkalis, BPBD-Damkar Kabupaten Bengkalis, meminta bantuan water booming. Karena lokasi terbakarnya lahan di Desa Sungai Linau, sangat tak terjangkau tim yang turun memadamkan api.(ric)