SELATPANJANG, GORIAU.COM - Belum hilang trauma masyarakat Kepulauan Meranti akan kebakaran hutan dan lahan yang melanda pada Februari 2014 lalu, kini hotspot kembali terekam. Setidaknya pagi ini, Senin (2/1/2015) ada 3 hotspot terpantau di Kepulauan Meranti.
Terekamnya 3 hotspot info berdasarkan info cuaca Provinsi Riau yang diupdate oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tanggal 02 Februari 2015.
Berdasarkan data BMKG itu, di Sumatera terekam 29 hotspot, Provinsi Riau terekam 27 hotspot, dengan rincian Kabupaten Bengkalis 9 titik, Kabupaten Pelalawan 8 titik, Kabupaten Siak 1 titik, Kabupaten Inhil 6 titik, dan Kabupaten Kepulauan Meranti Meranti 3 titik.
Confidence besar dari 70 persen atau sama dengan 9 titik, dengan rincian Kabupaten Bengkalis 5 titik, Kabupaten Pelalawan 2 titik, dan Kabupaten Inhil 2 titik.
Menanggapi munculnya 3 hotspot ini, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi mengatakan, walaupun tingkat Confidence masih di bawah 50 persen namun kita semua harus tetap waspada. Kata Pandra pula, tetap dugaannya adalah kebiasaan masyarakat yang suka membuka lahan dengan cara membakar, padahal sudah jelas-jelas kegiatan itu (membakar lahan, red) dilarang keras dan ada sanksi hukumnya.
"Pelaku karhutla adalah kejahatan kemanusiaan luar biasa
(Extra Ordinary Crime), harus ditindak tegas agar jera agar tidak mengulangi melakukan tindakan pidana serupa di kemudian hari," ujar Pandra.
(zal)