PEKANBARU, GORIAU.COM - Rencana Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Riau, Annas Maamun merombak kepengurusan Golkar mendapat tantangan dari para pengurus. Pasalnya, sejak dua hari lalu, Annas Maamun bukan lagi Ketua DPD I Golkar Riau dan sudah diganti dengan Plt Ketua DPD I Golkar yang segera akan disampaikan oleh DPP.

Selain itu, Ketua DPD I Golkar secara aturan organisasi juga tidak punya kewenangan mengganti kepengurusan karena itu merupakan ranahnya DPP Golkar. Dan yang berhak mengganti dan men-SK-an kepengurusan DPD I adalah Ketua Umum DPD dan Sekjen. Diluar itu, kabar Annas Maamun merombak kepengurusan meski yang bersangkutan di dalam rumah tahanan KPK, dipastikan karena ulah pihak lain atau kader partai lainnya.

Ketua Bidang OKK (Organisasi dan Kaderisasi) DPD I Golkar Riau, Juni Ardianto Rachman menjawab GoRiau.com, Sabtu (15/11/2014) mengatakan, pihaknya menilai rencana perombakan pengurus DPD I Partai Golkar ''didalangi'' oleh kader lain seperti Syahril Abubakar dkk yang merupakan kader dari Partai Hanura, atau pihak lainnya.

''Kita minta partai lain tidak mengurusi Partai Golkar. Jangan ''obok'obok'' Golkar Riau dan kita siap menghadapi mereka,'' tegas Juni Rachman.

Selain itu, tambahnya, Annas Maamun juga tidak punya hak untuk merombak kepengurusan DPD I karena itu merupakan kewenangan dari pengurus DPP Golkar. ''Itu hak prerogatif Ketua Umum, kalau pun pengurus DPD satu mau mengusulkan, harus berdasarkan pleno di DPD I,'' tegasnya.

Dijelaskan, dengan pemberitaan akan adanya perombakan kepengurusan DPD I Golkar, semua kader menjadi ribut. ''Saya minta kader partai lain tidak ikut campur dengan Golkar, biarkan Golkar mengurusi diri sendiri,'' tegasnya.

Juni juga mengakui kabarnya adanya SK untuk pengangkatan Plt Ketua DPD I Partai Golkar dua hari lalu, hanya saja belum disampaikan ke pengurus DPD I. ''Kita juga sudah dengar bahwa DPP sudah mengeluarkan SK Plt Ketua DPD I Partai Golkar, tinggal disampaikan ke DPD I,'' jelasnya. ***