
BAGANSIAPIAPI, GORIAU.COM - Kalangan masyarakat Bagansiapiapi didera kabar duka. Pendiri lembaga Kursus "Dwiyana Komputer" yang sudah berdiri sejak tahun 1990, Sunanto, SE, MSi bin Almarhum Aliaman meninggal dunia pada usia 46 Tahun, Sabtu (24/10/2015) sore.
Duka mendalam juga diungkapkan seluruh jemaah mesjid Agung, Bagansiapiapi. Karena semasa hidup, almarhum dipercaya sebagai bendahara mesjid yang dikenal oleh jemaah sebagai sosok mudah bergaul dan humoris.
Almarhum yang juga ketua Ikatan Keluarga Kuantan Singingi (IKKS) Kabupaten Rohil, pada awal meniti karirnya yang panjang dan penuh dengan kedukaan. Kenangan semasa hidup Almarhum juga diungkapkan salah seorang teman semasa lajangnya, Jumadi yang juga ketua Kerukunan Sulawesi Selatan Kabupaten Rohil.
"Almarhum merupakan sosok yang ulet, rajin, tekun dan jujur. Dahulu dia datang ke Bagansiapiapi tahun 1987 hanya sebatang kara. Dia tidak memilih pekerjaan yang penting halal. Rasanya baru semalam saya bersama dia dan seakan akan tak percaya almarhum sudah meninggalkan kita," kata Jumadi, Minggu (25/10/2015) usai pemakaman.
Jumadi mengungkapkan, dirinya sudah mengenal Almarhum sejak 25 tahun yang lalu. Dialah yang pertama kali mendirikan lembaga kursus komputer pada tahun 1990 di dekat Foto Modern. Sewaktu merantau ke Bagansiapiapi, Almarhum sudah menamatkan kuliahnya di AMIK Padang. Hingga kini, sudah ribuan orang siswanya yang lulus di lembaga kursus yang dididirikannya.
Khairul Anwar (40), pengrajin perabot yang beralamat di Jalan Utama, Bagansiapiapi mengungkapkan, Almarhum merupakan sosok yang mudah bergaul. Walaupun sudah bekerja di pemerintahan, dirinya tak segan segan menyapa jika berpapasan di jalan. Tak hanya dirinya, pengemudi becak, penarik gerobak juga sering dibawanya minum di warung kopi.
"Kadang kita yang malah segan. Tapi dia tak berubah sifatnya seperti dulu. Orangnya sangat rendah hati," ujar pria ini yang akrab disapa Abah.
Almarhum Sunanto dikenal masyarakat sebagai pribadi yang loyalis terhadap pendidikan terutama pendidikan keahlian khusus di luar sekolah. Pria yang lahir di Kopah, 2 Mei tahun 1969 ini, melanjutkan karirnya sebagai Aparatur Negeri Sipil dengan pangkat terakhir III/B di Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika.
Dia meninggalkan istri Dra Haznidawati dan tiga orang anak yang masih sekolah di SMA dan masih menimba ilmu kedokteran di UISU Medan. Sejak mengidap beberapa penyakit yang sudah memasuki tahap komplikasi yang dideritanya selama ini, akhirnya almarhum menghembuskan nafasnya yang terakhir di UGD RSUD Bagansiapiapi pada hari Sabtu jam 17.00 WIB.Â
Pelepasan jenazah almarhum Sunanto disambut tangis oleh jemaah, teman sejawat serta kerabat dirumah kediamannya depan mesjid Agung pada Minggu (25/10/2015). Almarhum sudah banyak memberikan kontribusi besar dalam membangun mutu pendidikan di Bagansiapiapi dan telah mencetak lulusan siswa yang siap bersaing dipasaran tenaga kerja.
"Pengabdian saudara kita ini, almarhum Sunanto sungguh tak terkira. Semoga amal perbuatan almarhum di terima di sisi Allah SWT" Kata Jumadi. Selanjutnya jenazah almarhum disholatkan dan disemayamkan di pemakaman Pusara Hulu, Bagansiapiapi.(amr)