
JAKARTA - Putusan Mahkamah Konstitusi terkait larangan penyatuan dana Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan anggaran pendidikan direspons oleh Kementerian Keuangan. Sesuai tenggat waktu yang diberikan hingga 2028, pemerintah kini mulai menyusun sumber pembiayaan independen untuk program tersebut.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan, potensi terbesar untuk menutupi kebutuhan anggaran tersebut berada di sektor penerimaan negara, khususnya dari pajak dan bea cukai yang selama ini belum terserap optimal.
"Makanya kuncinya sekarang, ke depan adalah peningkatan efisiensi pajak dan bea cukai," ucapnya di Kementerian Keuangan, Jumat (28/8/2026).
Tutup Celah Kebocoran
Pemerintah menargetkan penertiban wajib pajak dari sejumlah sektor industri sebagai tambahan kas negara. Purbaya mengungkapkan, pembenahan tata kelola dan penegakan aturan di lapangan dapat menyelamatkan triliunan rupiah uang negara.
"Kalau misal kita ngambil dari kebocoran-kebocoran yang signifikan ke depan, misal Anda tanya berapa potensinya, dari baja saja yang gak beroperasi dengan benar sesuai dengan peraturan yang ada, itu bisa Rp5 triliun lebih," bebernya.
Susun Ulang Prioritas
Pendanaan dari perbaikan sektor pajak juga akan diiringi dengan kebijakan efisiensi belanja negara. Purbaya menyebutkan bahwa Kementerian Keuangan akan melakukan pergeseran prioritas agar program MBG bisa berjalan berdampingan dengan program lainnya.
"Itu nanti di anggaran 2028, tapi kita bisa relokasi sana sini sih itu," katanya.
Jaga Stabilitas Anggaran 2027
Meskipun skema telah dipersiapkan, penerapannya baru akan difokuskan untuk tahun anggaran 2028. Purbaya memastikan pemerintah tidak akan merombak APBN 2027 yang saat ini proses diskusinya sudah berjalan cukup jauh.
"Kalau tahun depan masih seperti ini, kan sudah dibahas kan untuk 2027, kalau diubah berantakan semua kan, itu kita cegah," tandasnya.
Ia pun meminta masyarakat tidak berspekulasi bahwa pendanaan MBG akan memotong anggaran-anggaran strategis seperti sektor pertahanan atau kesehatan. Pemerintah berkomitmen mencari formulasi yang berimbang.
"Anda pasti incar yang besar-besar kan, pasti anda bilang, MBG aja turunin, pertahanan aja turunin, kesehatan aja turunin, tapi yang jelas bisa diatur," akhirinya.***