PEKANBARU – Selama kurang lebih 14 hari pelaksanaan Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2022, Ditlantas Polda Riau dan jajaran berhasil menekan angka kecelakaan lalulintas hingga 30 persen di Riau.

Demikian disampaikan Kabagbin Ops Ditlantas Polda Riau, Kompol Ruri Prastowo, didampingi PS Kasubbid Kamsel, Kompol Birgita Advina, usai melaksanakan giat penutup Ops Keselamatan Lancang Kuning 2022, di Pos Gurindam 1, Jalan Jendral Sudirman Pekanbaru, Senin (14/3/2022).

Saat penuntupan Ops Keselamatan Lancang Kuning 2022, Tim Ditlantas Polda Riau membagikan helm kepada ojek online. Dan memberikan sembako kepada para petugas kebersihan di sekitar jalan Sudirman Pekanbaru.

“Dari hasil evaluasi kita empat belas hari ini untuk kejadian Laka Lantas dari tahun lalu menurun sekitar 30%. Tahun lalu 26 kejadian, tahun ini hanya 16 kejadian. Korban luka berat, luka ringan dan sebagainya secara umum trennya menurun," kata Ruri Prastowo.

Selama pelaksanaan Ops Lancang Kuning 2022, Ditlantas Polda Riau memang lebih mengedepankan tindakan preemtif, preventif, edukatif, persuasif dan humanis kepada seluruh pengendara tanpa terkecuali.

Untuk itu, polisi lebih banyak memberikan teguran kepada sejumlah pengendara yang melanggar.

"Untuk pelanggaran kita telah menegur sekitar kurang lebih 7.600 pelanggar, tilang sekitar 1.450, atau kurang dari 20% dari semuanya," lanjutnya.

Sementara,pelaksanaan tilang bagi pengendara adalah langkah akhir yang diambil polisi Hal ini dilakukan apabila polisi menemukan pelanggaran kasat mata yang berakibat fatal dan menimbulkan kecelakaan bagi pengguna jalan.

"Tilang adalah hal yang paling terakhir, apabila petugas menemukan pelanggaran kasat mata yang bisa menimbulkan fatalitas kecelakaan baru kita lakukan penindakan, kalau tidak kita berikan teguran secara humanis dan secara edukatif kepada masyarakat," tutup Ruri. ***